KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sebagai Bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Comunitas Adventure Trail (CAT) yang diwakili oleh ketua CAT Moh Sancoko, Pembina Herman Rolip dan penasehat Lukito menyerahkan bantuan kepada keluarga Korban Kecelakaan kereta Api (KA) Khusnul dan keluarganya yang saat ini terbaring lemas selama masa pemulihan Senin (27/3/2017).

Pembina CAT Herman Rolip dalam kunjungannya mengatakan, apa yang CAT dan anggota komunitas tersebut lakukan semata-mata untuk meringankan beban keluarga korban yang mendapat musibah kecelakaan yang menyebabkan Suroso meninggal dunia dan adiknya Khusnul mengalami luka serius dan terbaring lemas.

“Komunitas motor CAT mengutamakan silaturahmi dan kebersamaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dalam hal apa saja. Itulah cikal bakal terbentuknya komunutas trail ini,” katanya.

Jangan sampai ada anggapan bahwa komunitas Trail merupakan orang-orang urakan, pemabuk dan tidak mementingkan kebersamaan serta persaudaraan antar sesama manusia. CAT kata dia dibentuk dari persaudaraan dan kebersmaan dengan tujuan untuk membantu masyarakat banyak dan bukan untuk kepentingan organisasi atau kepentingan pribadi.

“Komunitas kami memiliki azas persaudaraan. Jika satu sakit maka akan sakit bersama. Saat melihat ada masyarakat yang kesulitan secara spontan kami akan berusaha memberikan bantuan dalam bentuk apapun sesuai dengan kemampuan yang CAT miliki,” kata Herman.

Sementara Ketua CAT Moh Sancoko usai memberikan santunan berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar dan menerima semua cobaan yang diberikan Allah dengan sabar san tawakkal.

“Semoga apa yang dikumpulkan oleh anggota CAT ini bermanfaat dan dapat membantu keluarga dan pengobatan Khusnul yang saat ini masih dalam pemulihan,” katanya.

Kecelakaan Lalu Lintas gemparkan masyarakat OKU Timur Jumat (17/3/2017) lalu sekitar pukul 18.30. lalu sehingga menyebabkan korban Suroso meninggal dunia dengan tubuh terpotong menjadi dua. Sedangkan adiknya Khusnul terpaksa dirujuk ke RS Baturaja karena mengalami luka serius dibagian kepala dan kaki.

kecelakaan tersebut berawal ketika kedua korban yang merupakan kakak beradik masing-masing bernama Bambang Sungkono (32) dan adiknya Khusnul Khotimah (13) keduanya merupakan warga kampung sawah mengendarai sepeda motor jenis Jupiter MX tanpa Nomor Polisi (Nopol) menuju Desa Tanjungkemala dengan melintasi lorong yang melintasi Rel KA (jalan tikus).