Sejak Diambil Alih Pemprov, Sebagian Besar Lampu Penerangan Jalinteng Mati

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dinas pertambangan dan energi (Distamben) Kabupaten OKU Timur, terhitung sejak diambil alih pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam melakukan pekerjaan terutama dalam hal pemeliharaan lampu jalan terkesan amburadul. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya kondisi lampu penerangan jalan yang mati.

Hampir seluruh lampu jalan yang ada di OKU Timur mati dan hanya beberapa lampu jalan yang berada di pusat kota saja yang normal, selebihnya tidak ada yang terawat. Matinya lampu penerangan jalan tersebut juga tak pelak membuat sebagian besar pengguna jalan mulai takut karena mengingat masih tingginya aksi kejahatan dan kondisi jalan yang rusak parah.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Minggu (2/4/2017), sebagian besar lampu penerangan jalan yang ada di Jalanlintas Tengah (Jalinteng) terhitung dari perbatasan Waykanan Lampung hingga Kabupaten OKU banyak yang mati, ironisnya hal itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Hingga saat ini, masih belum terlihat adanya upaya perbaikan, meski matinya lampu penerangan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan terbilang membahayakan para pengguna jalan.

“Lampu penerangan jalan hampir semuanya mati dan sampai sekarang belum ada perbaikan dari pihak terkait. Belum lama ini ada juga warga yang ingin laporkan kondisi matinya lampu ini ke Distamben OKU Timur, tapi ternyata sekarang sudah tidak ada lagi karena dinas tersebut sudah diambil alih Pemerintah Provinsi Sumsel,” terang Evran warga desa Kotabaru Induk ketika dikonfirmasi Minggu (2/4/2017).

Menurut Evran, matinya kondisi lampu penerangan jalan tersebut disebabkan karena amburadulnya pemeliharaan lampu jalan sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir tepatnya sejak akhir tahun 2016 lalu. Sebelumnya, kata dia, lampu jalan yang mati akan cepat diperbaiki dalam beberapa hari setelah mati. Namun sejak akhir tahun 2016 lalu, satu persatu lampu jalan mati tapi tidak ada upaya perbaikan sama sekali dari pihak terkait.

“Jumlah lampu penerangan jalan semakin hari semakin banyak yang mati, bukannya segera diperbaiki malah seolah dibiarkan oleh pihak terkait dan sekarang coba lihat hasilnya lampu yang mati semakin bertambah,” ungkapnya.

Sementara, Hendri (25) warga Mekaha desa Kotabaru selatan yang juga sebagai pengguna aktif ruas Jalinteng mengatakan, setiap kali dirinya melewati ruas jalan tersebut kerap merasa was-was terhadap para pelaku aksi kejahatan yang kerap memanfaatkan kondisi matinya lampu penerangan jalan disepanjang ruas Jalinteng. Parahnya, titik lokasi matinya lampu penerangan jalan tersebut dinilai sebagian besar masyarakat sebagai tempat rawan perampokan dengan kondisi kerusakan jalan yang cukup parah.

“Jalan lintas tengah arah Baturaja sisi kanan kiri hutan, terlebih saat hujan pasti sangat sepi pengendara yang lewat. Tentunya, saya sebagai pengendara mau tak mau memperlambat laju kendaraan tapi disisi lain jujur saya takut akan adanya para pelaku kejahatan yang manfaatkan kondisi matinya lampu penerangan jalan ini,” katanya.

Seharusnya, menurut dia, pemerintah mempunyai tim khusus untuk meninjau lampu lampu penerangan jalan, apakah mati atau tidak karena keberadaan lampu jalan sangat dibutuhkan pengendara.