ilustrasi perampokan

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Aksi perampokan rumah di Kabupaten OKU Timur dalam beberapa bulan terakhir mulai meresahkan. Tidak tanggung-tanggung, dalam beberapa kasus para pelaku biasanya beraksi dengan jumlah diatas lima orang dengan menggunakan senjata api jenis pistol dan maupun senjata tajam.

Dalam kurun waktu dua bulan terkahir aksi permapokan rumah sudah terjadi sebanyak beberapa kali dengan modus mencongkel pintu atau jendela dan mengancam pemilik rumah menggunakan senpi serta mengikatnya.

Kejadian serupa kembali terjadi pada Senin (3/4/2017) sekitar pukul 02.30. di rumah korban Karman (60) warga Kampung 5 Rt 4 Desa Sumberharapan, Kecamatan Belitang II. Para pelaku yang berjumlah enam orang berhasil masuk ke rumahnya ketika korban sedang tertidur pulas dengan cara mencongkel jendela.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi perampokan yang dilakukan enam pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam tersebut berawal ketika korban mendengar suara mencurigakan di dalam rumahnya. Ketika dirinya terbangun dan memastikan suara mencurigakan tersebut, para pelaku langsung menodongkan senjata dan mengingat korban dan keluarganya menggunakan tali rapia.

Selain mengingat korbannya dengan tali, para pelaku juga menutup mulut korban menggunakan lakban agar korban tidak berteriak meminta pertolongan. Setelah memastikan korban tidak melawan, para pelaku kemudian langsung mencari seluruh barang berharga yang ada di rumah tersebut diantaranya satu unit sepeda motor jenis V-ixion dan Supra X 125 serta dua buah Handhphone (HP) dengan kerugian ditaksir sekitar 35 Juta rupiah.Setelah berhasil mengambil harta milik korban, para pelaku kemudian langsung melarikan diri ke arah desa Karang Menjangan Kecamatan Semendawai Timur.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasubag Humas AKP Hardan membenarkan adanya aksi perampokan tersebut. Polisi kata dia, mengetahui adanya aksi tersebut ketika anggota sedang melakukakn patroli rutin. Ketika melintasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polisi kemudian langsung menghubungi kantor polisi terdekat dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Sementara korban Karman kepada polisi mengungkapkan saat para pelaku masuk ke kediamannya seluruh keluarganya masih tertidur pulas. Dirinya terbangun ketika mendengar suara aneh. Setelah terbangun, para pelaku langsung melakukan penyaderaan dan mengambil barang berhrga milik korban.

“Kami ketakutan dengan pelaku yang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kami hanya bisa pasrah dan tidak memberikan perlawanan,” katanya.

Aksi perampokan sebelumnya pernah terjadi di kediaman korban Rusman (55), toke manisan warga Desa Tebatjaya, Kecamatan Buay Madang pada Minggu (12/3/2017) lalu. Selain korban Rusman, kejadian serupa juga terjadi pada korban Indra (43), warga Desa Sukajaya, Kecamatan Belitang II, Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari.