KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Apa yang dilakukan oleh Suprapto (31) warga Desa Tamanharjo, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur ini sungguh bejat. Tanpa perasaan dirinya tega mengajak anak tirinya sendiri untuk berhubungan badan hingga anaknya yang berinisial SR (16) mengandung anaknya.

Meski sempat memberikan perlawanan ketika pertamakali ayah tirinya mengajak berhubungan badan, namun iming-iming akan memberikan Handhphone (HP) dan sedikit ancaman akhirnya SR membiarkan ayah tirinya tersebut menyetubuhinya.

Tindakan bejat yang dilakukan oleh Suprapto tersebut pertamakali dilakukan pada November tahun 2016 lalu sekitar pukul 23.30 di rumahnya. Saat itu SR sedang tertidur dikamarnya ketika ayah tirinya tersebut datang dan mengajaknya berhubungan badan.

Karena melakukan penolakan, Suprapro berusaha merayu dan bersedia untuk memberikan apa saja yang diminta anaknya dan akan membelikan anaknya HP baru jika bersedia melayaninya. SR yang masih menolak kemudian dipaksa oleh ayah tirinya itu dengan memegang dan menutup mulutnya menggunakan tangan.

Korban SR yang hanya terdiam ketika ayah tirinya tersebut membekap mulut kemudian kembali ditawari HP baru dengan imbalan harus melayani nafsu bejat ayahnya. SR yang hanya terdiam kemudian dimanfaatkan oleh Suprapto dengan langsung menurunkan celana korban sebatas lutut dan menciumi bagian tubuh anak tirinya tersebut.

Setelah kejadian pertamakali berhasil dengan mulus tanpa sepengetahuan istrinya, beberapa hari kemudian Suprapto kembali mengajak SR melakukan hubungan badan. Setiap mengajak anak tirinya tersebut berhubungan badan, pelaku selalu mengiming-imingi akan menuruti keinginan anaknya itu.

Aksi bejat Suprapto tersebut berlangsung hingga bulan Maret 2017 setelah kepala desa setempat mencurigai bahwa SR hamil diluar nikah. Pejabat desa tersebut kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian dugaan hamilnya SR yang masih dibawah umur tersebut.

Polisi dari Polsek Semendawai Suku III setelah mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah tersangka yang tinggal satu rumah dengan korban. Tersangka dibawa ke rumah Kepala Desa untuk di interogasi yang dengan gamblang diakui tersangka perbuatannya sudah berlansung selama empat bulan terakhir.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasubag Humas AKP Hardan membenarkan adanya kejadian tersebut. Tersangka saat ini kata dia sudah mengakui seluruh perbuatannya dan saat ini dibawa dan ditahan ke Mapolsek Semendawai Suku III dan dijerat dengan pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.