KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Setelah sebelumnya terungkap kasus seorang ayah yang tega menyetubuhi anak tirinya hingga hamil muda. Kini giliran Dwi Mardiyanto (30), warga Desa Trikarya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur yang berprofesi sebagai seorang guru olahraga di SMP Kabupaten OKI, tega menyetubuhi dan merebut ‘Mahkota’ milik salah satu pelajar di Kabupaten OKU Timur berinisial PM (16), warga Desa Trikarya, Kecamatan Belitang III, sebanyak empat kali.

Berdasarkan hasil laporan pihak kepolisian yang tertuang dalam LP-B/ 06/ IV/2017/SUMSEL/OKUT/BLT III tanggal 04 April 2017, kini tersangka Dwi Mardiyanto harus berurusan dengan hukum guna menanggung perbuatannya.

Ketika dikonfirmasi, Rabu (5/4/2017), Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasubbag Humas AKP Hardan mengatakan, kejadian tersebut bermula pada 25 Desember lalu, dimana disaat itu sekitar pukul 10.30 WIB, tersangka menghubungi korban PM menggunakan Handphone (HP) untuk memintanya datang sendirian kerumah tersangka.

“Sebelumnya tersangka dan korban sudah lebih dulu saling kenal. Setibanya korban dirumah tersangka, tanpa basa basi tersangka langsung mengajak PM kedalam kamar untuk melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri dan disaat itu juga korban PM menolak ajakan tersangka,” katanya.

baca juga: Enam Perampok Bersenpi Ikat dan Lakban Mulut Seisi Rumah Karman

baca juga: Usai Dihantam KA Babaranjang, ‘Mr X’ Tewas Dengan Luka Parah Dibagian Kepala

Tersangka yang saat itu tak dapat menahan nafsu birahinya, langsung memaksa dan menarik kedua tangan korban masuk kedalam kamar untuk dapat segera menyalurkan nafsu bejatnya terhadap korban PM yang diketahui masih dibawah umur.

“Setelah kejadian pertama itu terjadi, setiap ada kesempatan tersangka pasti langsung mengajak korban untuk berhubungan intim. Terhitung, tersangka sudah melakukan hal itu sebanyak empat kali terhadap korban,” lanjutnya.

Merasa tidak tahan atas perbuatan bejat tersangka, akhirnya korban PM memutuskan untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada keluarga dan langsung melaporkan tersangka ke pihak kepolisian.

“Setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, anggota langsung mengumpulkan barang bukti sekaligus menangkap tersangka. Tersangka saat ini terjerat pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara,” imbuhnya.

baca Juga: Dengan Iming-iming Membelikan HP, Suprapto tega Hamili Anak Tirinya

baca juga: Mobil Truk ini Ditinggalkan Pencurinya Karena Ketakutan