KABARNASIONAL | KABAROKUTIMUR.COM – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyempatkan diri mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam kunjungannya di Indonesia, Kamis (6/4/2017).

Ashraf Ghani mengatakan, masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut membawanya pada kenangan kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa penting bagi hubungan dua negara.

Afghanistan, kata dia, merupakan salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia di awal Republik Indonesia berdiri. Persaudaraan dua negara juga sudah terjalin sejak lama.

Presiden Ghani juga memberikan penghargaan kepada Indonesia yang kaya dengan cendekiawan Muslim. Indonesia juga mampu mengembangkan kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan toleransi dan demokrasi.

Ekonomi Indonesia, kata dia, juga patut diapresiasi karena mengalami pertumbuhan yang baik. Dengan begitu, Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang besar di Asia Tenggara dan menjadi anggota G-20.

Orang nomor satu Afghanistan itu mengatakan, rakyatnya perlu belajar dari Indonesia mengenai persatuan dalam keberagaman.

Indonesia meski memiliki latar belakang berbeda di 17 ribu pulau tetapi tetap bisa bersatu dalam harmoni dan selaras sehingga terhindar dari perpecahan.

Dia mengatakan, perlu kerja sama yang semakin erat dua negara baik guna membangun Islam damai dan berbagai kemitraan di berbagai bidang.

Ke depannya, kata Ashraf Ghani, perlu kerja sama yang semakin baik secara bilateral seperti antar-ulama, antar-universitas dan antar-masyarakat. Kesuksesan Indonesia adalah kesuksesan Asia dan juga kesuksesan dunia dalam mempromosikan keselarasan dan kedamaian.

Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Muzammil Basyuni menyambut gembira kedatangan Presiden Afghanistan di masjid terbesar di Asia Tenggara.

Saat kunjungan Ghani ke Istiqlal, Muzammil menjelaskan masjid yang turut dikelolanya memiliki nama Istiqlal yang berarti kemerdekaan karena didirikan sebagai kesyukuran atas kemerdekaan Indonesia.

Masjid Istiqlal, kata dia, sejak awal didirikan untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi di antara masyarakat Indonesia dan dunia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga dijelaskan pertemuan tersebut dihadiri beberapa pemimpin ormas Islam, di antaranya adalah MUI, PBNU, Muhammadiyah, ICMI, ICIS, Maarif Institute, ISOIC dan Wahid Institute.

Sumber: Antara