Tiga Pelajar Ini Membegal Hanya Untuk Membeli Minuman Keras

Foto: Istimewa

KABARSUMSEL | KABAROKUTIMUR.COM Lantaran kurang uang Rp 5 ribu untuk membeli minuman keras (miras). Tiga pelajar di kota Palembang nekat melakukan aksi begal di kawasan Jalan Tembok Baru tepatnya di dekat SD Fatmajaya Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan SU I, Palembang, Rabu (5/4/2017), sekitar pukul 22.00.

Apesnya aksi nekat ketiga pelajar itu, malah berujung disel tahanan Polsek SU I, Palembang, setelah ketiganya ditangkap warga karena geram melihat ulah mereka.

Beruntung saat itu petugas buser Polsek SU I, sedang melakukan patroli, ketiganya pun langsung diamankan dan digiring ke Polsek SU I, guna mempertanggung jawabkan ulahnya.

Ketiga pelajar itu yakni, Budi candra (18) seorang pelajar SMP, Ardan Jordi (17) pelajar SMA dan Ahmad Fikri (17) pelajar SMA, ketiga diketahui merupakan warga Jalan KH Azhari Lorong Guntur Jaya Kelurahan 14 Ulu Kecamatan SU I, Palembang,

Informasi yang dihimpun, ditangkapnya ketiga pelajar ini lantaran melakukan aksi begal terhadap korban Sukandi (24) warga Jalan Batu II Lorong Ladang Kelurahan 13 ulu Kecamatan SU II, Palembang, saat korban melintas di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Dimana saat itu ketiga pelaku mengunakan satu motor honda beat putih bernopol BG 4827 ABG, langsung memepet motor korban dan meminta uang serta Hp korban. Meski korban sempat melakukan perlawanan, tetapi saat itu korban malah dikeroyok ketiga pelaku. Untung ada warga yang datang, pelaku berhasil diamankan dan nyaris jadi bulan-bulanan warga.

“Ketiga pelaku diamankan saat petugas kita sedang melakukan patroli rutin. Dimana saat itu terlebih dulu diamankan warga,” ungkap Kapolsek SU I, Kompol Mayestika, didampingi Kanit Reskrim Azwan, Kamis (6/4/2017).

Selain mengamankan ketiga pelajar itu, lanjut Mayestika, anggotanya juga mengamankan barang bukti berupa, Handphone korban, dua kendaran motor milik pelaku dan korban,” Ya

ketiga tersangka diamankan beserta barang bukti. Motor korban juga turut diamankan diduga hendak dirampas pelaku,” ungkapnya.

Atas ulahnya, ketiga pelajar ini akan diancam pasal 363 KHUP, dengan ancaman hukuman 5 tahuan penjara.

Ardan mengaku, ia nekat melakukan aksi ini lantaran diajak temannya bernama Budi,” saat itu saya sedang nongkong pak. Lalu dihampiri budi dan diajak untuk minum. Karena uang kami kurang untuk membeli minuman saat itu, ketika berjalan mengendarai motor, budi pun memepet motor korban hingga korban terjatuh,” ungkapnya nyesal.

Hal yang sama diakui Fikri, dirinya juga diajak Budi untuk melakukan aksi ini,” Ya begitulah ceritanya pak. Saat korban jatuh kami pun mengambil uang dan handphone korban. Nah karena kami sempat ribut warga pun keluar dan mengamankan kami, hingga ada polisi patroli kami dibawa kesini,” ungkapnya.

Sedangkan Budi membantah bahwa dirinyalah yang mengajak teman-teman,” Tidak bukan saya yang mengajak mereka. Tetapi aksi ini kami lakukan bersama-sama, atas kemauan kami bertiga,” Kilahnya.

Sumber: Sriwijaya Post