loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Pengendara yang akan melintasi perlintasan Kereta Api (KA) yang ada di wilayah Martapura, Kabupaten OKU Timur menyesalkan tindakan PT KAI yang meningikan rel perlintasan kereta beberapa centimeter melebihi badan jalan. Hal itu menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas akibat tingginya rel yang cukup licin ketika dilewati kendaraan.

Dari pengamatan, Rel KAI yang berlokasi di Pasar Martapura dan beberapa perlintasan lainnya terlihat cukup tinggi dibandingkan badan jalan sehingga menyebabkan kendaraan terutama roda dua yang akan menyeberang harus berhenti terlebih dahulu untuk memastikan tidak tergelincir pada rel KA yang licin.

Beberapa waktu lalu pihak KAI melakukan perbaikan perlintasan tersebut, namun perbaikan yang dilakukan bukan berpihak pada pengguna jalan justru sebaliknya mengutamakan keegoisan dengan meninggikan rel KA yang tentu saja menyulitkan pengendara.

“Tidak sedikit pengendara yang terbalik karena terpeleset di rel KA yang cukuyp tinggi itu. Kalau kondisi cuaca panas relanya tidak terlalu licin, namun saat hujan, rel akan sangat licin dan membahayakan. Sudah banyak pengendara yang terbalik akibat tingginya rel KA tersebut,” ungkap Khoirul (25) saalah satu pengendara yang terpaksa berhenti untuk memastikan ban sepeda motornya tidak tergelincir saat melintasi rel KA Minggu (16/4).

Menurut Khoirul, pihak KAI setiap kali melakukan perbaikan hanya megutamakan kereta yang melintas beberapa saat saja. Sementara mereka tidak pernah memikirkan pengguna jalan yang akan melintasi rel yang mereka buat sangat tinggi dari badan jalan tanpa ada pengaspalan dan hanya ditaburi pecahan batu yang justru membahayakan pengendara.

“Mestinya pekerjanya berfikir lebih bijaksana saat melakukan perbaikan. Jangan mengutamakan kereta api saja. Jalan ini dilalui oleh seluruh jenis kendaraan. Mereka tidak mengetahui bagaimana sulitnya pengendara sepeda motor melintas dan sesekali terjadi kecelakaan karena tergelincir di rel yang licin ini,” katanya.

Sementara Ningsih salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang terbalik akibat berusaha melintasi rel tersebut menggerutu karena kejadian tersebut merupakan yang kedua kali dialaminya. Kondisi ban sepeda motor yang sudah tidak bagus lagi membuatnya sulit untuk melintasi rel yang justru malah terpeleset dan terbalik ditengah rel tersebut.

“Tidak ada luka. Namun hal ini sangat menyulitkan. Tidak heran jika banyak warga yang usil dengan perlintasan Kereta Api (KA) karena memang pihak KAI tidak pernah memikirkan keselamatan pengendara lain. Mereka hanya memikirkan kereta yang melintas selalu menyebabkan kemacetan karena gerbong hingga mencapai 60 sambungan sepanjang lebih dari 500 meter” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post