KABAROKUTIMUR.COM | SUMSEL – Untuk menekan gangguan kamtibmas 3C yakni curas, curas dan curanmor, sejumlah anggota polres yang ada di jajaran Polda Sumsel terus melakukan razia cipta kondisi. Cipta kondisi ini sebagai upaya Polda Sumsel untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang puasa pada akhir bulan ini.

“Kenapa dilakukan razia pada siang hari ? Berdasarkan hasil evaluasi dari Biro Operasi Polda Sumsel pelaku kejahatan kerap melancarkan aksinya pada siang hari, mangkanya dilakukan razia pada siang hari. Hal ini terbukti mampu menekan angka kriminalitas, dimana satu bulan terakhir ini mengalami penurunan, “ ujar kapolda sumsel.

Terkait peristiwa tertembaknya warga sipil Selasa kemarin (18/4) karena menerobos saat dihentikan petugas yang sedang melaksanakan razia gabungan jajaran Polres Lubuklinggau.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, M.Si menjelaskan saat razia berlangsung petugas menghentikan semua kendaraan yang melintas. Namun mobil sedan merk Honda City warna hitam Nopol BG 1488 ON ketika akan diberhentikan mobil ini tidak mau berhenti, bahkan menambah kecepatan dan hampir menabrak tiga anggota Polri yang sedang melakukan razia. Setelah dilakukan kroscek dengan samsat ternyata plat nomor kendaraan tersebut tidak terdaftar.

“Muncul insting anggota dan menduga didalam mobil tersebut merupakan pelaku 3C maka dilakukanlah pengejaran dengan menggunakan mobil Mitshubishi Kuda Patroli Lantas. Petugas juga sudah memberikan peringatan untuk memberhentikan dan menyuruh keluar dari dalam kendaraan namun tetap tidak di gubris. Mobil tersebut menerobos rambu – rambu lalu lintas dan bahkan sempat menyerempet kendaraan yang lain. Anggota memberikan tembakan peringatan ke udara hingga terjadilah peristiwa itu ” terang Kapolda saat menggelar press release di Mapolda Sumsel, Rabu (19/4/2017)

Masih dikatakan Kapolda, setelah dilakukan pemeriksaan Bid Propam Polda Sumsel di lapangan, pelaksanaan razia dilengkapi dengan ketentuan yang ada diantaranya papan petunjuk, dipimpin oleh seorang perwira pada saat itu dipimpin Kapolsek, pemberian arahan (APP) sebelum pelaksanaan tugas.

“Untuk sementara sudah ada 11 anggota yang diperiksa terkait kejadian ini, untuk SOP salah atau tidak nanti tunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Bila memang ada anggota yang salah dan lalai dalam melaksanakan tugas akan tetap dihukum, tidak ada yang ditutup – tutupi,” ujarnya.

Atas peristiwa ini Kapolda ikut prihatin dan turut berdukacita serta seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung Bid Dokes Polda Sumsel, pungkasnya

Penulis : Yulius Humas Polda Sumsel