Terkait Penembakan Warga Sipil di Lubuklinggau, Kapolda Sumsel : Hasil Pemeriksaan Sebelas Anggota Tidak Akan Ditutupi

KABAROKUTIMUR.COM | SUMSEL – Dalam upaya menekan aksi para pelaku tindak kriminal Curas, Curat dan Curanmor (3C) diwilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang kerap meresahkan masyarakat, jajaran anggota Polda Sumsel melalui seluruh Polres yang berada di Kabupaten/Kota gencar melakukan razia cipta kondisi. Hal itu dilakukan tidak lain untuk menciptakan situasi kondusif disetiap wilayah mengingat dalam waktu dekat memasuki bulan suci ramadhan.

Hal itu dikatakan langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, M.Si saat menggelar press release dihalaman Polda Sumsel, Rabu (19/4/2017). Menurutnya, digelarnya razia cipta kondisi pada siang hari karena melihat hasil evaluasi Biro Operasi Polda Sumsel yang menyimpulkan para pelaku tindak kriminal 3C tersebut juga kerap melakukan aksinya pada siang hari.

“Kenapa dilakukan razia pada siang hari? Berdasarkan hasil evaluasi dari Biro Operasi Polda Sumsel pelaku kejahatan kerap melancarkan aksinya pada siang hari, mangkanya dilakukan razia pada siang hari. Hal ini terbukti mampu menekan angka kriminalitas, dimana satu bulan terakhir ini diketahui mengalami penurunan dari catatan sebelumnya,” katanya.

Terkait peristiwa tertembaknya warga sipil yang terjadi di wilayah hukum Polres Lubuklinggau pada Selasa (18/4/2017) lalu, Kapolda menjelaskan, kronologis kejadian tersebut bermula saat razia berlangsung anggota mencoba menghentikan semua laju kendaraan yang melintas untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan.

Namun, kata Kapolda, saat mobil sedan Honda City warna hitam dengan plat nomor polisi BG 1488 ON melintas dan akan diberhentikan anggota, pengemudi mobil tersebut enggan berhenti dan justru menambah kecepatan laju kendaraan yang dibawanya, bahkan saat itu pengemudi pun nyaris menabrak tiga anggota Polri yang sedang melakukan razia. Setelah kejadian, anggota mencoba lakukan pengecekan nopol mobil disamsat dan ternyata hasilnya plat nopol mobil tersebut diketahui tidak terdaftar.

“Dari hal itu, muncul insting anggota yang menduga didalam mobil tersebut merupakan para pelaku 3C, dan dilakukanlah pengejaran dengan menggunakan mobil Mitshubishi Kuda Patroli Lantas. Petugas juga sudah memberikan peringatan untuk memberhentikan dan menyuruh keluar dari dalam kendaraan namun tetap tidak di gubris. Mobil tersebut menerobos rambu lalu lintas dan bahkan sempat menyerempet kendaraan yang lain. Anggota sempat berikan tembakan peringatan ke udara hingga terjadilah peristiwa itu,” jelasnya dihadapan awak media.

Masih dikatakan Kapolda, setelah dilakukan pemeriksaan Bid Propam Polda Sumsel di lapangan, pelaksanaan razia saat itu dilengkapi dengan ketentuan yang ada diantaranya memasang papan petunjuk, giat razia dipimpin oleh seorang perwira yang saat itu dipimpin Kapolsek, serta adanya pemberian arahan (APP) sebelum pelaksanaan tugas.

“Untuk sementara sudah ada 11 anggota yang diperiksa terkait kejadian ini, untuk SOP salah atau tidak nanti tunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Bila memang ada anggota yang salah dan lalai dalam melaksanakan tugas akan tetap dihukum, tidak ada yang ditutupi,” tegasnya.

Atas adanya peristiwa ini, pihaknya mengaku ikut prihatin dan turut berdukacita terhadap korban. Selain itu, pihaknya juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang nantinya akan diserahkan pada bagian Bid Dokes Polda Sumsel. (Rel) 

Penulis: Yulius (Polda Sumsel)