Dinkes OKUT Gelar Pemeriksaan Scrining Kanker Sarvik Dengan Test IVA

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Bertepatan dengan peringatan hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, Senin (24/4/2017), menggelar kegiatan Scrining CA Sarvik dengan test IVA. Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Kotabaru tersebut ditujukan untuk menekan angka kematian pada kaum wanita akibat serangan penyakit kanker sarvik dan sejenisnya.

Ketika dikonfirmasi dilokasi kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur, dr Erly Yani MM.Kes melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit Menular, Umaidah Kosim mengatakan, digelarnya kegiatan Scrining CA Sarvik dengan test IVA merupakan sebagai salah satu upaya pihaknya dalam melakukan pencegahan terhadap ibu-ibu agar terhindar dari serangan penyakit tersebut.

Menurutnya, salah satu langkah pencegahan yang diambil yakni dengan melakukan pemeriksaan kanker rahim, sadanis dengan melibatkan tim dokter dan bidan senior terlatih.

“Ada beberapa faktor penyebab adanya Kanker Sarvik ini, antara lain gaya hidup, lingkungan, dan faktor ginetik. Semua kalangan usia produktif sangat berpotensi terkena penyakit ini. Maka dari itu, kita laksanakan kegiatan ini agar dapat mencegah kematian akibat kanker tersebut, khususnya pada kaum wanita,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pemeriksaan kanker mulut rahim tersebut juga tetap dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi dalam mencerdaskan kaum ibu-ibu kendati untuk tahun 2017 belum ada kasus kematian akibat penyakit tersebut. Berdasarkan data WHO, penyakit kanker Sarvik atau rahim merupakan salah satu penyebab utama kematian yang duduk pada urutan nomor dua di dunia dengan perkiraan sedikitnya 7,5 Juta jiwa meninggal dunia disetiap tahunnya.

“Sejak tahun 2000-an sudah mulai meningkat korban yang sebagian besar meninggal dunia akibat penyakit kanker ini dan itu kemungkinan disebabkan oleh faktor gaya hidup sehari-hari,” lanjut Umaidah.

Umaidah menambahkan, korban yang terkena penyakit kanker pada umumnya gejala awal yang dialami adalah rasa gatal diarea Miss V, keputihan yang berlebihan, pendarahan ketika berhubungan dan penyebab lainnya. Jika ada masyarakat yang sudah mengalami gejala seperti diatas, hendaknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk berkonsultasi minimal dalam kurun waktu tiga bulan.