Kerusakan ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten OKU Timur dimanfaatkan banyak oknum masyarakat untuk meminta uang kepada pengendara dengan modus menimbun jalan.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Kerusakan Jalan Provinsi di Kabupaten OKU Timur yang semakin hari semakin parah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum masyarakat untuk mencari keuntungan dengan meminta uang kepada pengendara dengan modus menambal lubang jalan menggunakan material tanah merah.

Meski tidak meminta dengan cara paksa, namun sejumlah pengendara mengaku terpaksa memberikan uang karena khawair akan menjadi korban perampokan jika tidak memberikan uang kepada oknum masyarakat yang ada di jalanan yang rusak parah tersebut.

“Tidak ada paksaan untuk memberikan uang kepada oknum tersebut. Namun pengguna jalan merasa khawatir jika tidak memberikan uang akan menjadi korban perampokan mengingat aksi perampokan di OKU Timur saat ini cukup meresahkan masyarakat,” ungkap salah satu pengendara yang meminta namanya tidak disebutkan Senin (24/4/2017).

Pengendara kata dia khawatir, penimbunan jalan yang dilakukan oleh sejumlah oknum tersebut merupakan salah satu modus untuk melancarkan tindak kejahatan atau melihat calon korbannya untuk kemudian diberitahukan kepada rekannya yang lain yang sudah menunggu di jalan yang lain.

Sedangkan sopir truk asal Belitang bernama Suharno mengaku setiap kali melintas di ruas jalan yang ditunggu oleh sejumlah orang yang menambal jalan selalu menyiapkan uang sebesar Rp. 2000 hingga Rp. 5000. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak memberikan uang kepada oknum warga tersebut.