Elpiji 3 Kilogram Sulit Didapat, Ini Dia Pengakuan Pihak Pengecer

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir khususnya masyarakat yang bermukim disejumlah daerah yang ada di Kabupaten OKU Timur mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 Kilogram ditingkat pengecer. Sedangkan, jika ingin membeli dari tingkat agen, sebagian besar masyarakat juga mengaku kesulitan karena jarak tempuh yang cukup jauh.

Bahkan ironisnya, kondisi seperti ini tidak berbeda jauh dengan kondisi pada beberapa tahun sebelumnya saat OKU Timur belum memiliki SPBE sendiri.

“Kelangkaan gas elpiji sekarang ini masih sama seperti dulu, sewaktu agen masih mengambil gas ke Baturaja. Sekarang OKU Timur sudah ada SPBE, tapi kondisinya tidak ada perubahan sama sekali,” ungkap Marta (28) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal desa Peracak, Jumat (28/4/2017).

Lanjut Marta, dalam beberapa pekan terakhir gas elpiji ukuran 3 Kilogram yang berada disejumlah pengecer kerap mengalami kekosongan. Sehingga pihaknya terpaksa mencari ke pengecer lainnya yang masih tersedia. Menurutnya, sebagian pengecer beralasan kekosongan elpiji tersebut karena pihak agen yang membatasi pembelian dalam satu minggu hanya satu kali.

“Kalau kata pengecer mereka hanya bisa melakukan pembelian di agen satu kali dalam setiap minggunya. Jadi kalau mereka kehabisan elpiji tidak bisa mengambil lagi di agen sampai batas waktu yang ditentukan. Kondisi tersebut tentu saja menyulitkan masyarakat. Semua urusan jadi sulit sekarang,” katanya.

Sementara salah satu pengecer asal desa Kotabaru Induk yang enggan menyebutkan namanya saat dibincangi, membenarkan adanya peraturan pengecer yang hanya boleh membeli sekali seminggu kepada pihak agen dengan jumlah yang dibatasi.

Menurutnya, dalam seminggu pihaknya mendapat jatah pengisian setiap hari Rabu dengan jumlah suplaian gas elpiji sekitar 50 tabung. Jika jumlah tersebut habis sebelum hari yang sama dalam satu minggu kemudian, maka dirinya tidak diperkenankan untuk mengambil kembali.

“Cuma satu minggu sekali. Kalau habis tunggu sampai jatah kita mengambil. Kadang saat kita mengambil di agen masyarakat sudah mengantre untuk mengambil. Jadi terkadang hanya beberapa hari sudah habis,” imbuhnya.