loading...

KABAROKUTIMUR.COM | BELITANG – Setelah sebelumnya pada 19 April 2017 lalu sebuah gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal di Desa Sido Mulyo Kecamatan Belitang ludes terbakar, kini kejadian serupa kembali terjadi dengan menimpa gudang penyimpanan BBM ilegal milik Fahrur Rozi (43) yang berlokasi di Desa Tanah Merah, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur.
Kebakaran yang terjadi Senin (1/5/2017), sekitar pukul 09.00 Wib, dan membakar habis gudang penyimpanan BBM milik Fahrur yang disewa oleh Iwan Muafik alias Poyeng tersebut, berakibatkan pada kerugian materi kurang lebih Rp 320 juta. Mengingat yang terbakar bukan hanya gudang berikut BBM yang ada didalam melainkan juga beberapa unit mobil dan truk yang digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.

Pada saat kebakaran tersebut terjadi, Fahrur mengaku tengah berada di sawah dan disaat itu juga dirinya melihat ada kumpalan asap hitam tebal membumbung ke langit yang berasal dari area sekitar rumahnya. “Karena penasaran saya langsung bergegas pulang ke rumah dan melihat banyak warga sudah berkumpul berusaha memadamkan api yang semakin membesar,” terang Fahrur Rozi.

Berdasarkan informasi dilapangan, gudang tersebut disewa oleh Iwan Muafik dengan biaya sewa sebesar Rp 250.000 Ribu dalam satu kali melakukan bongkar muat. Dimana dalam satu bulan dilakukan bongkar muat rata-rata tiga kali dan kegiatan tersebut sudah berjalan lebih kurang selama tiga bulan terakhir.

Ketika dikonfirmasi, Senin (1/5/2017), Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasubag Humas AKP Hardan membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, kata Hardan, api diduga berasal dari mobil truck tangki yang terbakar, menurut perkiraan hal itu bersumber dari api rokok mengingat dalam proses bongkar muat tidak menggunakan arus listrik.

“Untuk saat ini kita masih melakukan pencarian terhadap penyewa gudang yakni Iwan Muafik untuk dimintai keterangannya. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya saja korban mengalami kerugian materi berupa Gudang, Satu unit Truck yang sudah dimodifikasi menjadi tangki minyak berkapasitas delapan ton, Satu unit mobil pick up, serta tujuh kubik kayu masak berbentuk papan 812 milik korban,” terangnya.

Api yang membakar gudang tersebut baru dapat dipadamkan sekitar pukul 11.00 Wib, dimana sebelumnya dua unit mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 09.30 WIB langsung berusaha memadamkan api dengan dibantu warga sekitar.