Ini Sanksi Bagi Sekolah yang Jual Beli Bangku

loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Para kepala sekolah diberbagai tingkatan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten OK Timur, khususnya sekolah yang berstatus Negeri, memasuki tahun pelajaran 2017/2018 untuk tidak melakukan praktik jual beli bangku  dalam proses penerimaan siswa baru (PSB).

Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan OKU Timur, Drs M Ali Pasyai  dalam dialog interaktif  CAKNA yang disiarkan Radio BKM Kamis pekan lalu.

Menurut M Ali Pihaknya sudah mewanti-wakti pihak sekolah untuk tidak melakukan tindakan jual beli  bangku, salah satu langkah yang diterapkan dengan cara rayonisasi. Disamping itu kepala sekolah juga diminta untuk mematuhi aturan  yang sudah ada terkait dengan jumlah murid per kelasnya.

Disamping itu dinas pendidikan OKU Timur juga menekankan agar pihak sekolah tidak melakukan penambahan ruang kelas baru  atau menerima murid baru dengan jumlah memelebihi  daya tampung kelas yang sudah ada, jika  hal ini tetap dilanggar maka pihaknya tidak akan segan  akan menjatuhkan sangsi.

Adanya pembatasan pembangunan ruang kelas baru dan pembatasan jumlah siswa yang diterima di Sekolah Negeri, lanjut Ali Pasyai tujuannya tidak lain adalah   untuk memberikan kesempatan bagi sekolah swasta untuk terus hidup dan berkembang di OKU Timur.

Penulis: Radio BKM 100.1 FM