Jalan Darurat, OKU Timur Terancam Terisolir

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Kerusakan Jalan Provinsi yang menghubungkan sejumlah wilayah di OKU Timur, terutama pada ruas jalan Belitang dan Martapura maupun luar OKU Timur semakin parah. Bahkan kondisi demikian membuat Kabupaten OKU Timur menjadi salah satu daerah yang paling dihindari oleh pengendara karena parahnya kerusakan jalan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi yang berjanji akan melakukan perbaikan pada awal tahun 2017, tampaknya hal itu hanya sebatas janji karena hingga saat ini masih belum terlihat tanda-tanda dilakukannya perbaikan. Desakan demi desakan dari masyarakat yang datang kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan tentu saja memberikan tekanan yang sangat kuat hingga akhirnya Bupati OKU Timur HM Kholid MD memutuskan untuk mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengusaha, LSM dan masyarakat umum untuk bergabung dalam kegiatan moral menimbun jalan berlobang.

“Gerakan moral untuk penanggulangan jalan provinsi di OKU Timur ini akan dilaksanakan mulai Jumat 12 Mei hinga Minggu 14 Mei 2017. Seluruh komponen masyarakat, pengusaha, perusahaan swasta, LSM, OKP dan Ormas dilibatkan dan diminta untuk memberikan bantuan berupa koral maupu batu yang akan dijadikan sarana untuk menimbun jalan berlobang,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Timur Drs Idhamto Dipl Ing saat memimpin rapat penanggulangan jalan di OKU Timur Senin (8/5).

Menurut Idhamto, gerakan yang dilakukan  ini merupakan salah satu gerakan moral pemerintah daerah bersama masyarakat karena parahnya kerusakan jalan yang menganggu kenyamanan masyarakat terlebih OKU Timur saat ini mulai menjelang musim panen yang tentu saja sangat membutuhkan jalan yang baik sehingga tidak mengangu dalam pengfangkutan hasil bumi.

“Aksi  penimbunan jalan akan dilakukan  selama tiga hari mengingat kondisi jalan yang ada di kabupaten ini sudah darurat dan perlu penanganan. Langkah ini harus dilakukan, jika tidak kasihan masyarakat. Gerakan ini melibatkan seluruh masyarakat desa yang ada di kabupaten yang lebih dikenal sebagai daerah lumbung pangan,” katanya.

Menurut Idhamto, gerakan tersebut meruapakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat terhadap masalah yang terjadi OKU Timur yang saat ini bisa dikatakan terisolir karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.