Dihari Kedua Operasi Patuh Musi 2017, Sedikitnya 29 Pengendara Ditilang

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Berlangsungnya Operasi Patuh Musi 2017 dihari kedua sejak dilaksanakan pada 9 Mei 2017, yang digelar diruas jalan lintas tengah Sumatera KM 4, Desa Kotabaru Selatan, Kecamatan Martapura, sedikitnya tercatat 29 pengendara berhasil terjaring razia Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres OKU Timur, Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebagian besar dari puluhan pengendara yang terjaring razia tersebut diberikan sanksi tilang oleh anggota lantaran melakukan pelanggaran lalu lintas dan tidak dilengkapi surat kendaraan saat berkendara.

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Lantas AKP Maria Herawati didampingi Kasubag Humas AKP Hardan, ketika dikonfirmasi Rabu (10/5/2017) mengatakan, yang paling mendominasi melakukan pelanggaran tersebut yakni para pengendara roda dua. Dimana dalam melakukan razia pengendara roda dua kerap tidak menggunakan helm saat berkendara, kendaraan tanpa Nomor Polisi, tanpa memiliki lampu seint serta knalpot kendaraan yang tidak standar lagi.

“Selain itu, pengendara yang kita tilang tidak membawa kelangkapan surat kendaraan seperti tidak ada Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” terangnya.

Sedangkan untuk pengendara roda empat dan roda enam, khususnya mobil besar melakukan pelanggaran kerap membawa muatan berlebihan dari kapasitas yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu, kata dia, supir pengendara mobil juga diketahui melakukan pelanggaran dengan tidak memakai sabuk pengaman keselamatan saat mengemudi.

“Kami himbau agar masyarakat OKU Timur mematuhi peraturan lalu lintas, baik itu. Penggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) baik oleh pengemudi maupun yang di bonceng, menghidupkan lampu kendaraannya pada siang dan malam hari. Melengkapi surat – surat kendaraan dan memakai kaca spion ganda kanan dan kiri, serta tidak menggunakan kenalpot racing,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, untuk pengendara terutama roda empat agar menggunakan sabuk pengaman, dan mampu menunjukkan SIM dan STNK. Apabila masyarakat melakukan pelanggaran akan di kenakan denda maksimal yang telah ditentukan oleh undang-undang yang berlaku.

“Kami berharap agar Keamanan, Keselamatan, Ketertipan dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) benar – benar terwujud. Dan mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.