KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Masyarakat Kabupaten OKU Timur yang terdiri dari berbagai suku dan agama terus berusaha untuk menjadikan daerah yang menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Indonesia agar aktifitas bisa berjalan dengan lancar.

Keberadaan Irigasi Upper Komering yang melintasi ratusan desa dan kecamatan mampu mengairi Ribuan Hektarte (Ha) lahan persawahan warga dengan teratur hingga menjadikan perekonomian masyarakat meningkat dengan melakukan pengolahan sawah yang mampu menghasilkan padi (panen,red) tiga kali setiap tahunnya atau biasa disebut dengan Indeks Pertanian (IP)3.

Menjelang musim panen pertama tahun 2017, masyarakat mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil bumi karena adanya kerusakan jalan penghubung antar kabupaten yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk membawa hasil bumi keluar OKU Timur baik Sumsel maupun luar Sumsel. Kondisi jalan penghubung yang mengalami kerusakan mulai dari BK0 hingga BK 16 tentusaja membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih tinggi dibandingkan dengan ketika kondisi jalan bagus.

teks Foto: sejumlah pejabat dan masyarakat melakukan gotong royong bersama dalam menimbun jalan

Untuk memudahkan petani dalam membawa hasil bumi, Bupati OKU Timur HM kholid MD mengajak masyarakat untuk melakukan gotong royong bersama dalam melakukan perbaikan jalan penghubung sehingga masyarakat bisa dengan mudah membawa hasil bumi untuk dipasarkan.

Gotong royong yang diberi nama tanggap darurat kondisi jalan tersebut dikomandoi oleh pemerintah OKU Timur dengan melibatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, kepala desa, pengusaha hingga seluruh masyarakat OKU Timur.

Dalam gotong royong tanggap darurat jalan tersebut masyarakat melakukan penimbunan bersama seluruh jalan yang mengalami kerusakan dengan menggunakan batu agregat dengan harapan mampu bertajhan hingga pengerjaan jalan oleh pemerintah provinsi dimulai.

Pembelian material untuk penimbunan jalan sendiri diperoleh dengan cara swadaya baik dari OPD, Kepala Desa, pengusaha hingga masyarakat umum yang dengan sukarela menyumbangkan rizkinya untuk memperbaiki jalan yang akan dilalui oleh seluruh masyarakat OKU Timur.

Tanggap darurat jalan tersebut dikomandoi oleh wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni yang melakukan peninjauan langsung pelaksanaan penimbunan jalan bersama sejumlah dan seluruh kepala OPD dan camat.

Ratusan kendaraan jenis Dump Truk mengangkut batu agregat yang langsung disambut oleh masyarakat untuk ditumpahkan dan dipadatkan dilokasi jalan yang berlubang.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD ketika dikonfirmasi mengenai tanggap darurat perbaikan jalan tersebut mengatakan, bahwa masyarakat OKU Timur meskipun berasal dari berbagai daerah, suku dan agama bisa hidup dengan damai dan saling berdampingan dalam menjaga dan memperbaiki apapun yang menjadi fasilitas publik seperti contoh penimbunan ruas jalan BK 0 hingga BK16 tersebut.

“Gotong royong merupakan bagian hidup dan menjadi tradisi dalam keseharian masyarakat OKU Timur. Bukan hanya menimbun dan memperbaiki jalan. Masyarakat biasanya selalu bergotong royong setiap kali ada warga yang membangun rumah, bercocok tanam bahkan seluruh kegiatan yang ada sethari-hari masyarakat selalu bergotong royong yang menunjukkan kepedulian antar sesama sangat tinggi,” katanya.

Menurut Kholid, jika selama ini masyarakat selalu bergotong royong baik dalam pembangunan rumah, pengolahan lahan, penanaman padi, panen maupun perbaikan drainase, maka kali ini pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan gotong royong penimbunan jalan dengan material yang ada sehingga bisa menghemat dalam penimbunannya karena tidak menggunakan biaya.

“Batunya yang beli, namun untuk menimbunkan di jalan kita tidak perlu membayar karena masyarakat dengan sukarela bersama untuk kepentingan bersama. Inilah yang sangat mendasar dari OKU Timur. Fluralisme yang ada menjadikan hubungan masyarakaty semakin erat dalam meringankan beban sesamanya,” kata Kholid.