Gapura yang sangat megah yang dibangun dengan bergotong royong saat memasuki Dusun Trukan, Desa Karang Kemiri
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Sebuah gapura yang sangat megah dibangun tepat di pintu masuk Dusun Trukan, Desa Karang Kemiri, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur. Gapura yang berdiri dengan megah tersebut meski belum selesai 100 persen, namun terlihat dari artsitek dan bentuknya merupakan sebuah gapura yang sangat megah.

Namun siapa yang menyangka jika gapura yang sangat mengesankan tersebut dibangun dengan cara bergotong royong dari seluruh warga Desa Trukan. Cara bergotong royong yang dilakukan masyarakat dan pemuda desa tersebut juga terbilang cukup unik.

Mereka mengumpulkan sumbangan seluruh Kepala Keluarga (Rumah, red) sebesar Rp. 500 Rupiah setiap hari. Uang koin 500 tersebut kemudian dikumpulkan selama beberapa waktu setiap hari hingga akhirnya dana yang dikumpulkan setiap hari tersebut mencapai Rp. 37 Juta lebih yang kemudian digunakan untuk pembangunan gapura dan sejumlah kegiatan sosial lainnya.

Sedangkan dalam pengerjaan gapura yang sangat megah tersebut, tidak ada yang mengeluarkan biaya, semuanya dikerjakan dengan cara bergotong royong antara warga secara bergantian sehingga tidak menganggu aktifitas warga untuk bertani.

Jiwa gotong royong yang tinggi dari masyarakat dusun tersebut membuat mereka menjadi salah satu desa yang cukup mapan dan mampu membangun gapura yang cukup megah. Selain itu, di desa tersebut juga masyarakatnya memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi dan saling bergotong royong sehingga apa pun masalah yang ada di desa tersebut akan diselesaikan dengan bermusyawarah dan pekerjaan akan diselesaikan dengan bergotong royong.

“Setiap hari ada panitia yang mengumpulkan uang koin 500 dari setiap KK. Namun ada juga yang mengantar sendiri. Setelah dirasa cukup, maka uang tersebut digunakan untuk membeli material dan membangun gapura serta beberapa kegiatan sosial lainnya,” ungkap warga Desa Trukan kepada kabarokutimur.com.

Menurutnya, kepedulian dan kepercayaan masyarakat satu sama lain membuat desa tersebut menjadi desa yang memiliki masyarakat yang saling mengerti. Masyarakat saling bahu membahu untuk melakukan berbagai hal tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

“Seperti untuk pembangunan gapura ini. Semua masyarakat terlibat. Semuanya bergotong royong dan saling membantu. Jiwa gotong royong ini yang sangat penting sehingg abisa menjadikan daerah kita menjadi daerah yang maju dan cepat berkembang karena semua urusan diselesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Bupati OKU Timur HM kholid MD beberapa waktu lalu mengungkapkan, masyarakat OKU Timur merupakan masyarakat fluralisme yang memiliki jiwa kebersamaan dan gotong royong yang sangat tinggi. Dalam kesehariannya, masyarakat selalu melakukan pekerjaan secara bersama-sama mulai dari menggarap lahan, panen, hingga penimbunan jalan seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Bukan hanya itu, masyarakat juga sudah terbiasa bergotong royong bersama untuk membagun dan menyelesaikan rumah warga yang sedang melakukan pembangunan. Hal itu mereka lakukan untuk membantu tuan rumah agar tidak mengeluarkan biaya terlalu besar dan sebagai bentuk rasa persaudaraan,” katanya.

Prasasti Gapura yang sangat megah yang dibangun dengan bergotong royong saat memasuki Dusun Trukan, Desa Karang Kemiri