loading...

KABAROKUTIMUR. COM | OKUTIMUR – Unit tindak pidana korupsi (Pidkor) Mapolres OKU Timur mulai melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah perangkat kelurahan RT/RW di Kelurahan Dusun Martapura terkait adanya dugaan pemotongan gaji RT/RW yang dilakukan oleh oknum lurah berinisial RS.

Pemeriksaan sejumlah RT/RW kelurahan dusun Martapura tersebut berlangsung Jumat (19/5/2017) yang dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan apakah laporan adanya dugaan pemotongan tersebut terbukti.

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Reskrim didampingi Kanit Pidkor Iptu Arif Tanaya membenarkan adanya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap RT dan RW kelurahan dusun Martapura tersebut.

Namun Arif mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai materi pemeriksaan RT/RW tersebut

“Perangkat desa mengetahui gaji mereka sekitar Rp. 140 ribuan. Padahal berdasarkan perbub Bupati, Gaji RT dan RW sudah naik menjadi Rp. 200 Ribu yang berlaku sejak Januari. Kita masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk kasus ini,” ungkap Arif.

Mencuatnya dugaan pemotongan gaji perangkat desa tersebut berawal dari laporan salah satu perangkat yang mengaku selama menerima gaji hanya berjumlah Rp. 85 Ribu per bulan berbeda dengan petugas RT di desa/kelurahan lain.

Berdasarkan informasi dari sejumlah perangkat kelurahan Jumat (19/5/2017) menyebutkan pemotongan gaji perangkat kelurahan tersebut sudah terjadi sejak oknum lurah itu menjabat. Sebenarnya pemotongan yang sesuai kesepakatan hanya sebesar Rp. 25 Ribu yang diperuntukkan untuk membayar honor petugas kebersihan.

“Kalau pemotongan untuk petugas kebersihan kami sepakat. Setiap bulan kami hanya menerima gaji sebesar Rp. 85 Ribu. Padahal Gaji kami sebesar Rp. 140 ribu. Jadi gaji kami dipotong tanpa diketahui sebesar Rp. 30 Ribu,” ungkap salah satu RT yang meminta namanya dirahasiakan.

Bahkan menurut Informasi kata dia, gaji RT/RW sudah mengalami kenaikan sejak Januari lalu menjadi Rp. 200 Ribu. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui jika gaji perangkat kelurahan sudah mengalami kenaikan. Sepengetahuan mereka gaji hanya sebesar Rp. 115 ribu Per bulan dengan dipotong uang kebersihan sebesar Rp. 25 ribu per bulan. Dan bukan Rp. 140 Ribu per bulan.

“Kami mengetahui jika gaji sudah naik menjadi Rp. 140 Ribu per bulan kemudian menanyakan kepada oknum lurah tersebut untuk mengaku buk lurah mengakui gaji kami sebesar Rp. 140 ribu dan pemotongan Rp. 30 ribu selain pemotongan Rp. 20 Ribu digunakan untuk membayar gaji pegawai kelurahan yang masih honor.

“Kalau tidak didesak dia mungkin tidak mengaku. Alibinya pemotongan itu untuk pegawai kelurahan yang masih honor. Namun ternyata Gaji kami sudah naik kembali menjadi Rp. 200 Ribu. Artinya ibuk lurah sudah berbohong lagi kepada kami. Katanya hanya Rp. 140 Ribu,” jelas sumber tersebut.

Sementara Lurah Dusun Martapura Rosdiana SE membantah ada pemotongan gaji RT/RW tersebut. Menurutnya, pemotongan hanya ada sesuai kesepakatan sebsar Rp. 25 Ribu untuk RT, dan 50 Ribu untuk RW. Yang diperuntukkan bagi petugas kebersihan.

“Tidak ada pemotongan seperti yang dikatakan oleh oknum RT/RW tersebut. Semua gaji dibayarkan sesuai ketentuan. Kalaupun ada pemotongan kami semua berdasarkan kesepakatan yang sudah ditentukan oleh RT/RW,” ungkap Rosdiana SE ketika dikonfirmasi Jumat (19/5/2017) siang.