Warga Mulai Kesal dengan PLN yang Padam Listrik tak Kenal Waktu

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Kenaikan tarif listrik yang dilakukan PT PLN setiap dua bulan sekali terhitung sejak 1 Januari 2017 lalu, ternyata tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Justru sebaliknya, pelayanan pihak PLN dinilai semakin memburuk yang dibuktikan semakin seringnya dilakukan pemadaman listrik.

Lebih parahnya lagi, pemadaman yang dilakukan PLN khususnya diwilayah PLN Rayon Martapura tidak mengenal waktu baik di pagi, siang hingga malam dan dini hari. Selain sangat menganggu, pemadaman yang dilakukan saat tengah malam atau dini hari juga berpengaruh pada meningkatnya aksi kriminalitas. Kondisi yang gelap seringkali dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

Disamping itu, buruknya pelayanan PLN juga terlihat dari turunnya tegangan listrik (spaning) hingga membuat sejumlah peralatan elektronik tidak berfungsi dan rusak. “Semakin lama pelayanan PLN semakin buruk. Sementara masyarakat sebagai pelanggan mau tidak mau harus menuruti dan membayar tarif listrik yang terus naik setiap dua bulan sekali dan telah mencapai 100 persen lebih,” ujar Santi warga Tebat Sari Martapura.

Dikatakannya, dalam satu hari Kamis (18/5/2017) saja, setidaknya listrik telah padam hingga belasan kali. Terlepas apapun alasannya PLN sama sekali tidak menunjukkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggannya. “Semaunya saja PLN melalukan pemadaman tanpa pemberitahuan dan tak kenal waktu. Apalagi pemadaman terjadi sampai berulang dalam hitungan detik yang membuat peralatan elektronik menjadi rusak,” keluhnya.

Dampak lain dari pemadaman yang dilakukan adalah terganggunya aktifitas perekonomian masyarakat dan pelaku usaha lainnya seperti warnet, fotocopy, rental komputer dan playstation serta usaha lainnya.

Heri salah seorang penjaga Warnet mengatakan selain sering terjadi pemadaman listrik, di Martapura sering mengalami penurunan tegangan (spaning). Akibatnya komputer yang ada di warnet tempatnya berkerja tidak bisa difungsikan sehingga tidak ada pendapatan earnet yang dijaganya. “Kita kan usaha tentu mencari hasil, jika begini terus kita tentu yang dirugikan sedangkan pembayaran tagihan listrik sekarang sangat  mahal,” ucapnya kesal.

Karena itu dirinya berharap pihak PLN meningkatkan pelayanan, jangan hanya jika pelanggan menunggak cepat diambil tindakan namun pelayanan tidak pernah ditingkatkan. “Sebaiknya memang ada perbaikan pelayanan kepada masyarakat jangan setiap hari listrik padam dan spaning rendah,” ungkapnya.

Sementara itu Manager PT PLN Rayon Martapura Reza Eka Putra saat dikonfirmasi tentang sering terjadinya pemadaman listrik dan spaning rendah mengatakan, hal itu terjadi karena  ada gangguan tidak terlihat  didua titik dan itu sudah ditemukan petugas serta segera diperbaiki.

“Sekarang titik gangguan sudah ditemukan dan listrik segera normal kembali,” kilahnya.