Tujuh Tsk Pemuja Sabu Diringkus Polisi, Satu Diantaranya Berstatus PNS

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Jajaran anggota Satnarkoba Polres OKU Timur kembali berhasil meringkus enam orang tersangka yang diduga kuat tengah asik menggelar pesta narkoba jenis sabu-sabu dikediaman seorang bandar yang diketahui berinisial DR (32), warga Desa Negeri Pakuan, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, pada Senin (29/5/2017) lalu, sekitar pukul 15.30 Wib.

Berdasarkan catatan laporan pihak kepolisian yang tertuang dalam LP:A/29/V/2017/Sumsel/OKUT, tanggal 29 Mei 2017, identitas keenam tersangka yang berhasil diringkus masing-masing diketahui berinisial EB (29) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Buay Madang Timur, RA (21), warga Desa Umbul Sari, Kecamatan BP Bangsa Raja, DI (29) warga Desa Negeri Pakuan, WO (34) warga Desa Bangun Jaya, SN (34) warga Desa Banuayu, dan WL (40) warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur.

Ketika dikonfirmasi, Kamis (1/6/2017), Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Narkoba AKP Rendra mengatakan penangkapan satu orang pengedar sabu dan enam orang tersangka pemuja sabu ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat sekitar yang mengaku resah. Setelah dilakukan penyelidikan, anggota berhasil meringkus para tersangka tanpa perlawanan saat berada dikediaman bandar berinisial DR.

“Tujuh tersangka ini berhasil kita ringkus saat mereka tengah asik mengkonsumsi sabu-sabu. Bahkan ironisnya, tersangka EB juga kita ketahui berprofesi sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS),” terangnya.

Selain berhasil meringkus tujuh orang tersangka, anggota juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (Bb) dari tangan tersangka berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 16,91 gram, dua buah pirek kaca, dua buah korek api, dan dua buah alat hisap (Bong).

“Adapun Bb yang berhasil kita temukan dari tangan tersangka yakni narkoba jenis sabu seberat 16,91 gram, dua buah pirek, dua buah korek api, dan dua alat hisap. Para tersangka kita jerat dengan pasal 112 atau 114 tentang penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.