Bandar Sabu-sabu Asal Belitang Ini Diciduk Menjelang Berbuka Puasa

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Setelah berhasil membubarkan pesta narkoba jenis sabu-sabu dan menangkap satu bandar berserta enam tersangka lainnya yang sedang melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu di Desa Negeri Pakuan Kecamatan BP Peliung, satnarkoba Polres OKU Timur kembali berhasil menyiduk bandar Narkoba  yang berlokasi di wilayah kecamatan Belitang pada Kamis (1/6/2017) lalu sekitar pukul 18.00. WIB.

Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 11 paket kecil sabu-sabu siap edar yang sudah dimasukkan kedalam kantong plastik klip bening.

Adapun bandar sabu-sabu yang berhasil ditangkap tersebut bernama Sanun (39), warga Desa Sidomakmur Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur. Penangkapan tersangka sendiri berdasarkan Laporan Polisi LP/A- /V1/2017/Res.OKUT, tgl 1 Juni  2017.

Informasinya dari Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Narkoba AKP Rendra Aditia Dhani Jumat (2/7/2017), penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan ulah tersangka yang kesehariannya selain berprofesi sebagai petani juga berprofesi sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu di Desa Sidomakmur tersebut.

Mendapat Informasi tersebut, anggota Satresnarkoba langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan di kediaman tersangka. Polisi sempat mengalami kesulitan ketika menggeledah kediaman tersangka karena tidak menemukan barang bukti. Namun ketika melakukan penggeledahan di gudang belakang rumah tersangka, Polisi menemukan barang bukti berupa 11 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang sudah dibungkus dengan plastik klip bening.

Belasan Sabu-sabu tersebut diletakkan tersangka didalam gudang yang berlokasi di belakangv rumah tersangka tepat diatas kardus.

“Setelah mendapatkan barang bukti dari gudang di rumah tersangka, Polisi langsung menangkap tersangka dan membawanya ke Mapolres OKU Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untuk mengetahui asal narkoba yang selama ini diperjualbelikan tersangka,” ungkap Rendra.