Tersangka Iwan Bintang ditemukan warga meninggal dunia setelah satu hari sebelumnya sempat terjadi baku tembak dengann Polisi.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Irawan alias Iwan Bintang (37), residivis kasus curas dan curat sekaligus mantan narapidana yang diketahui merupakan warga Desa Sukaraja Tuha, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Senin (5/6/2017) sekitar pukul 17.00 Wib, ditemukan terbujur kaku diareal perkebunan yang berada di wilayah Kecamatan Buay Madang dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, tersangka satu hari sebelumnya Minggu (4/6/2017) sekitar pukul 23.00. WIB sempat terlibat baku tembak dengan Polisi yang akan menangkapnya atas dugaan sejumlah tindak kejahatan baik grandong maupun pencurian sepeda motor.

Namun dalam baku tembak tersebut, Iwan berhasil lolos melarikan diri dari kejaran Polisi yang berusaha menangkapnya di rumahnya. Iwan memberikan perlawanan dengan sengit menggunakan senjata api rakitan. Bahkan iwan berkali-kali melepaskan tembakan ke arah petugas yang sudah memintanya untuk menyerah.

Kondisi cuaca yang sedang hujan deras disertai dengan gelapnya malam akhirnya membuat tersangka berhasil melarikan diri dari kejaran petugas. Polisi yang kehilangan jejak kemudian berusaha melakukan pengejaran namun kehilangan jejak. Namun keesokan harinya Senin (5/6/2017) warga menemukan tersangka sudah terbujur kaki dan meninggal dunia sekitar 100 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) baku tembak di semak-semak yang diduga dijadikan tersangka untuk bersembunyi ketika dikejar petugas.

Saat ditemukan, tersangka mengalami luka tembak dibagian dada sebelah kiri. Luka tembak tersebut diduga mengenai tersangka ketika terjadi baku tembak dengan Polisi yang berusaha menangkapnya satu hari sebelumnya.

Tersangka Iwan Bintang yang berhasil ditemukan warga (kiri) dengan kondisi sudah meninggal dunia dan barang bukti senjata (kanan) Revolver milik tersangka yang didgunakan untuk melawan petugas

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasubag Humas AKP Hardan didampingi Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu saat dikonfirmasi Senin (5/6/2017) mengungkapkan, tersangka Iwan Bintang sendiri merupakan target operasi (TO) yang sejak tahun 2015 terlibat dalam berbagai tindak pidana Curat dan Curas di Bumi Sebiduk Sehaluan. Selain itu sepak terjang tersangka terbilang sadis, karena setiap melancarkan aksinya tersangka ini tidak segan melukai bahkan menghilangkan nyawa korbannya.

“Ketika akan ditangkap dirumahnya kemarin sekitar pukul 23.00 malam, tersangka Iwan berusaha melarikan diri ke arah perkebunan dan langsung melakukan perlawanan dengan menembak ke arah petugas sebanyak dua kali. Baku tembak antara petugas dan tersangka Iwan pun akhirnya tak terhindarkan,” ungkapnya.

Saat baku tembak terjadi, dikatakan Hardan, tersangka Iwan pun langsung melarikan diri hingga berhasil lolos dari pengejaran petugas karena saat baku tembak berlangsung kondisi TKP dalam keadaan hujan lebat dan gelap. Meski demikian, pihaknya tetap terus melakukan pencarian hingga berhasil menemukan satu pucuk senpi rakitan jenis revolver dengan enam butir peluru yang dua diantaranya sudah digunakan tersangka.

“Saat baku tembak berlangsung, tersangka berhasil lolos dalam pengejaran, karena disaat itu sedang hujan lebat. Akan tetapi kita berhasil temukan sejumlah barang bukti berupa satu unit senjata api rakitan berikut enam amunisi dengan dua diantaranya sudah dipakai tersangka. Sedangkan jarak antara Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan ditemukannya jasad tersangka oleh warga, kurang lebih sekitar 100 meter,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan warga adanya penemuan jasad tersangka Iwan, lanjut Hardan, polisi langsung menuju TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad tersangka. Setelah melakukan pemeriksaan, polisi kemudian menyerahkan jasad tersangka kepada pihak keluarga.

“Berdasarkan hasil penelusuran petugas, tersangka Iwan Bintang merupakan residivis pelaku Curat dan Curas yang kerap beraksi di wilayah Kecamatan Buay Madang OKU Timur dengan sedikitnya terlibat dalam lima LP (Laporan Polisi) sejak tahun 2015 lalu,” katanya.