Mahasiswa OKUT di Jogja Buka Bersama dan Diskusi Tentang Pancasila

    loading...

    KABAROKUTIMUR.COM | YOGYAKARTA – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiwa (IKPM) Sumatera Selatan (Sumsel) yang sedang menimba ilmu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rabu (7/6/2017) menyelenggarakan diskusi dan buka puasa bersama dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah di Balai Sriwijaya Yogyakarta.

    Diskusi dan buka bersama tersebut mengusung ‘Reaktualisasi Pancasila dalam Perwujudan Toleransi Agama, Politik dan Budaya’ dengan dihadiri oleh tiga pembicara masing-masing anggota DPRD DIY Subarno, DPD KNPI DIY Fitro Nurwijoyo Legowo, Kesbangpol Kota Yogyakarta Sukamto.

    Ratusan peserta terlihat hadir dalam diskusi dan buka bersama dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah tersebut yang berasal dari Perwakilan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Komisariat OKU Timur.

    Dalam acara tersebut juga hadir AKBP Siti Alfiah SH yang menjabat sebagai BNN Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya Siti meminta kepada seluruh peserta yang hadir agar sebelum mengaplikasikan nilai-nilai pancasila, generasi muda terlebiuh dahulu memiliki fikiran yang jernih, dan mengindari hal-hal yang berbau narkoba.

    “Maka kedepannya untuk melakukakan nilai-nilai pancasila akan menjadi akan cemerlang dalam kehidupan bermasayarakat dan bernegara” katanya.

    Sebagai tuan rumah Balai Sriwijaya, mantan ketua ikatan keluarga pelajar mahasiswa  (IKPM) Sumsel Tri Sulistianto yang sekaligus menjadi moderator dalam diskusi tersebut menyampaikan mengharapkan agar jiwa-jiwa muda tidak lengah dengan ketidaktahuan nilai-nilai pancasila, generasi muda-lah yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet dari para pahlawan terdahulu yang sudah memperjuangkan pancasila.

    “Sekarang ini generasi muda tinggal meneruskan dan mengaktualisasikan Pancasila itu sendiri. Marilah kawan-kawan kita bergerak bersama dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila itu. Kita merantau bersama, mencari ilmu bersama maka ayok kita kibarkan semangat kesatuan NKRI, wujudkan toleransi kita terhadap suku, budaya, politik dan agama. Saya Pancasila, Saya Indonesia,” katanya.

    Sementara pembicara pertama dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa Pancasila tidak perlu didebatkan dalam artian kesadaran harus tumbuh dalam diri pribadi seseorang sebagai warga Negara Indonesia. Melihat di Indonesia tidak hanya satu agama, budaya, ras, suku, bahasa, Indoesia adalah Bhineka Tunggal Ika.

    Sedangkan Pembicara kedua melanjutkan bahwa warga Negara harus mempunyai prinsip dalam kehidupan sehari-hari dengan landasan UUD 19945, dan Pancasila, yang didalamnya mengandung norma-noma kehidupan.

    Yang dilanjutkan oleh pembicara ketiga yang menyampaikan bahwa nilai-nilai pancasila sudah ada didalam diri manusia amsing-masing, dengan sikap toleransi tehadap budaya, agama, politik, tinggal bagaimana manusia bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan dengan norma-norma yang ada di negara Indonesia.

    Sedangkan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga asal OKU Timur Arma Agusti juga menyempatkan diri untuk mengapresiasi tema yang diusung dalam diskusi dan buka bersama tersebut. Menurutnya, tema yang diusung sangat menarik untuk didiskusikan, mengingat Indonesia bukan hanya memiliki satu suku dan satu agama.

    “DI Indonesia ini ada beragam budaya, bahasa, suku, dan agama. Maka bagaimana kita sebagai warga Negara bisa memilah dan memilih nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila,” katanya.

    Penulis : Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdul Majid