Kondisi Ruas Jalan Provinsi Martapura-Simpang Martapura yang mengalami kerusakan cukup parah dan membahayakan pengendara jika tidak segera diperbaiki.

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Pengendara yang akan melintasi ruas jalan Martapura-Simpang Martapura mulai Dari Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, hingga Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang perbatasan Kabupatren OKU Selatan harus berhati-hati. Pasalnya ruas Jalan Provinsi yang menghubungkan dua kabupaten tersebut saat ini kondisinya mengalami kerusakan yang cukup serius dengan lubang yang cukup banyak dan dalam.

Kerusakan jalan di ruas jalan sepanjang lebih dari 20 Kilometer (Km) tersebut terbilang unik. Kerusakan yang terjadi berbeda dengan kerusakan yang ada di ruas jalan provinsi BK 0–Gumawang, namun kerusakan yang terjadi di ruas jalan Martapura-Simpang Martapura berbentuk lubang-lubang yang cukup dalam dan membahayakan pengendara terutama sepeda motor.

“Lubang jalannya cukup dalam dan lebih seperti jebakan. Dari jarak 50 meter hanya seperti lubang kecil biasa dan tidak membahayakan. Namun setelah mendekat ternyata lubangnya sangat besar dan dalam. Jika sepeda motor masuk kedalam lubang tersebut dengan kecepatan tinggi dijamin akan terpelanting karena lubangnya dalam dan tajam,” ungkap Hendri (23) pengendara yang nyaris masuk kedalam jurang akibat terkejut menghindari lubang Minggu (11/6/2017).

Ruas jalan Martapura-Simpang Martapura kata dia, merupakan salah satu ruas jalan yang akan ramai dilalui oleh pemudik karena menghubungkan antara beberapa kabupaten mulai dari Kabupaten OKU Timur, OKU, dan OKU Selatan. Bahkan sejumlah pemudik yang berasal dari Lampung Barat biasanya akan melalui ruas jalan tersebut untuk menuju Kabupaten Waykanan dan sebaliknya karena jarak tempuh yang cukup dekat dibandingkan melalui jalan Bukit Kemuning.

“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. Kerusakannya hampir hingga Simpang Martapura, jika tidak segera diperbaiki maka akan sangat membahayakan. Tahun-tahun sebelumnya perbaikan sudah dilakukan mulai pertengahan Ramadhan. Namun tahun ini hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan,” katanya.

Sementara Kurnia (14) pengendara lainnya mengaku pernah terjatuh dan hampir saja bertabrakan dengan mobil pengangkut sayuran yang datang dari arah berlawanan karena berusaha meghindari lubang yang cukup dalam yang sebelumnya terlihat seperti lubang kecil dan tidak membahayakan.

“Waktu itu saya dari arah Martapura mau menuju Bunga Mayang. Ketika tiba di desa Peracak, saya berusaha menghindari lubang karena cukup dalam. Namun dari arah berlawanan datang mobil dengan kecepatan tinggi. Saya terpaksa langsung berbelok ke arah lubang dan terjatuh karena lubangnya cukup dalam,” katanya.

Dia menghimbau kepada pengendara yang akan melintasi ruas jalan Martapura Simpang Martapura tersebut agar berhati-hati dan lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan karena mkondisi jalan yang cukup memprihatinkan.