Kholid: Gerakan Infak Seribu Rupiah Mampu Kumpulkan Dana Rp. 3 Hingga Rp. 5 Juta Setiap Safari Ramadhan

loading...

KABAROKUITMUR.COM | OKUTIMUR – Gagasan gerakan Infak seribu rupiah yang sudah dilaskanakan sejak tahun 2014 lalu oleh bupati dan wakil Bupati OKU Timur priode H Herman Deru dan HM Kholid MD dilanjutkan hingga saat ini ketika HM Kholid MD menjabat sebagai Bupati OKU Timur.

Bahkan Kholid menyampaikan bahwa gerakan infak seribu rupiah tersebut saat ini setiap bulannya mampu mengumpulkan dana sekitar Rp. 20 Juta.

“Ada program infak yakni gerakan infak seribu rupiah yang saat ini terus berjalan di OKU Timur sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan selama Bulan Ramadhan. Gerakan infak tersebut mampu mengumpulkan dana sebesar Rp. 3,5 hingga Rp. 5 Juta setiap digelar Safari Ramadhan,” ungkap Kholid dihadapan Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin SH saat meresmikan jembatan duplikat Air Komering di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka Sabtu (10/6/2017) lalu.

Menurut Kholid, tingginya antusias masyarakat untuk berinfak setiap pelaksanaan Safari Ramadhan membuat pemerintah memutuskan untuk memperbanyak kegiatan Safari Ramadhan tersebut sehingga dana yang terkumpul dari hasil infak semakin besar dan tentu saja bisa digunakan untuk membantu fakir miskin dan kaum dhuafa yang membutuhkan selain dana yang memang terkumpul dari zakat pegawai dan masyarakat.

“Selain dana zakat yang diambil dari gaji pegawai setiap tahunnya yang sudah mencapai nasab. Dana yang terkumpul di BAZ juga berasal dari Hamba Allah yang menyalurkan zakatnya. Selain itu, ada juga gerakan infak seribu rupiah yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.

Untuk dana zakat kata Kholid, BAZ OKU Timur setiap tahunnya mampu mengumpulkan dana sekitar Rp. 2 Miliar diluar dana infak dan sedekah yang disalurkan masyarakat melalui Badan Amil Zakat Kabupaten tersebut.

Gerakan infak seribu rupiah tersebut pertamakali digagas oleh Herman Deru dan Kholid tahun 2014 lalu bersamaan dengan dibukanya Seleksi Tilawatil Quran (STQ dan MTQ) serta festival rebana tingkat kabupaten di lapangan KONI Martapura Selasa (25/3/2014) lalu.

Menurut Deru saat itu, masyarakat OKU Timur pada dasarnya sudah cukup sejahtera untuk berinfak. Namun karena  belum menemukan tempat yang tepat dan mereka percaya, maka masyarakat memilih untuk tidak berinfak karena khawatir uang infak yang mereka serahkan akan disalahgunakan.

OKU Timur sudah memiliki Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) yang tentunya bisa dipercaya dan tidak akan mengecewakan. Untuk itu, marilah kita berikan infak kepada BAZ meskipun hanya seribu rupiah,” ujar Deru tiga tahun lalu.