Bupati OKU Timur HM Kholid MD (berdiri) saat memaparkan konsep pertanian Organik OKU Timur kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya, saat mempelajari bagaimana cara Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Peluang ekspor beras organik Kabupaten OKU Timur ke luar negeri semakin besar menyusul disetujuinya usulan Bupati OKU Timur HM Kholid MD kepada Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH agar memberikan bantuan mesin pemisah beras patah dengan beras kepala.

Hal itu diungkapkan Kholid Selasa (13/6/2017) ketika diwawancarai saat menghadiri HUT Yon Armed ke-50 di markas Yon Armed Martapura seperti dikutip kabarokutimur.com dari sripoku.com.

Menurut Kholid, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, berbagai cara dilakukan pemerintah salah satunya dengan berguru ke Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini telah mengekspor beras organik ke Amerika dan Eropa dengan harga per kilogram mencapai Rp. 80 Ribu.

“Kami belajar kesana (Tasik) bagaimana caranya agar beras OKU Timur juga bisa diekspor. Dan ternyata yang membedakan hanya kemasan dan pemisahan antara beras kepala dan beras patah,” katanya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (berdiri) saat memaparkan konsep pertanian Organik OKU Timur kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya, saat mempelajari bagaimana cara Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

Setelah mendapatkan pengetahuan tersebut kata dia, pemerintah langsung melakukan berbagai upaya salah satunya dengan meminta bantuan kepada pemerintah provinsi berupa mesin pemisah beras yang Alhamdulillah sudah disetujui akan dianggarkan pada tahun 2018 mendatang oleh pemerintah Provinsi.

“Saat ini tinggal bagaimana caranya pemerintah memperluas tanaman padi organik sehingga ketika OKU Timur bisa ekspor keluar negeri, semuanya sudah tersedia dan tidak perlu kesulitan lagi,” katanya sumringah.

Dikatakan Kholid, beras organik di OKU Timur saat ini menjadi salah satu produk unggulan yang akan menjadi ikon kabupaten OKU Timur kedepan.

Dengan disetujuinya oleh pemerintah provinsi bantuan mesin pemisah beras tersebut, maka peluang OKU Timur untuk mengikuti jejak Kabupaten Tasikmalaya dalam ekspor beras organik semakin dekat.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (Kiri) saat menyerahkan cideramata kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya. OKU Timur belajar bagaimana Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

“Petani akan benar-benar sejahtera jika cita-cita besar ini nantinya terwujud. Saat ini petani hanya menjual beras dengan harga Rp. 7-8 Ribu per kilogram. Dengan mengganti pola menjadi pertanian organik, petani bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda,” katanya.

baca juga: Luas Biasa… Tasikmalaya Jual Beras 80 Ribu Per-Kilogram. OKU Timur Menimba Ilmu Untuk Sejahterakan Petani

Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan rombongan saat menimba ilmu mengenai pertanian Organik bersama kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya. OKU Timur belajar bagaimana Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

Sumber: Sriwijaya Post