Gubernur Provinsi Bengkulu (kanan) dan Istri (kiri) saat digiring petugas KPK usai OTT

KABAROKUTIMUR.COM | NASIONAL – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari, terkait suap peningkatan jalan.

“Itu kayaknya peningkatan jalan. Suap mungkin, tapi saya belum dengar. Saya baru dilaporin lewat telpon, jadi belum tahu detail,” kata Agus Rahardjo usai menghadiri acara buka bersama Presiden dengan anggota Polri di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Selasa (20/6/2017) seperti dikutip kabarokutimur.com dari Republika online.

Ketua KPK ini menyebut ada lima orang yang ditangkap, yakni, gubernur, istri, pengusaha, satu perantara dan satu pembantu perantara. Dia juga mengatakan KPK baru akan menggelar kasus tersebut.

KPK menangkap Lily Martiani Maddari, istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah pribadinya di Jalan Sidomulyo, Kota Bengkulu, Selasa pagi tadi.

Lily ditangkap di rumah pribadinya bersama seorang pengusaha berinisial RDS. Lily dan Ridwan Mukti juga menjalani pemeriksaan di Markas Polda Bengkulu.

Belum lama ini, pada Jumat (10/6) dinihari, KPK juga telah melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu terkait tindak pidana korupsi suap pengumpulan data atau bahan keterangan atas pelaksanaan proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII di Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) BWS Sumatera VII Bengkulu Amin Anwari (AAN), Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto (MPSM) Murni Suhardi (MSU), dan Kasi Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba (PP). KPK juga mengamankan uang senilai Rp10 juta saat operasi tangkap tangan tersebut.

Sita Uang Dalam Kardus

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu selain membawa para tersangka juga menyita uang yang dibungkus dalam kardus dalam mata uang rupiah (Rp).

“Tim juga mengamankan sejumlah uang dalam mata uang rupiah di dalam sebuah kardus,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat seperti dikutip dari kompas.com.

Febri mengatakan, ada lima orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Menurut informasi, dua di antaranya adalah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, dan istrinya Lili Madari.

Kelima orang yang ditangkap segera menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Bengkulu. Selanjutnya, uang tersebut disita sebagai barang bukti.

“Diduga ada transaksi yang terjadi antara pihak swasta dan pihak terkait penyelenggara negara setempat,” kata Febri.