loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Dalam pelaksanaan Operasi Ramadniya sejak 19 Juni 2017 sampai H+3 Perayaan hari raya idul fitri 1438 Hijriah, menurut hasil laporan Satlantas Polres OKU Timur jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi diketahui sebanyak tiga kasus dengan dua korban jiwa meninggal dunia, sedangkan korban yang mengalami luka ringan hanya berjumlah beberapa.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Lantas AKP Sukamto didampingi Kanit Laka IPDA Kahar mengatakan, peristiwa terjadinya kecelakaan selama pelaksanaan operasi Ramadniya ini sebagian besar disebabkan oleh kelalaian pengendara jalan yang kurang memperhatikan ‘safety reading’ saat berkendara dan juga kurang disiplin terhadap adanya rambu-rambu lalu lintas.

“Dalam operasi ramadniya ini tercatat ada sedikitnya tiga kasus lakalantas yang dilaporkan. Dari tiga kasus ini, dua orang meninggal dunia masing-masing Yasrin (25) warga Muncakkabau dan Misno (39) warga Belitang,” terangnya, saat dikonfirmasi Rabu (28/6/2017).

Lanjut Kahar, peristiwa kecelakaan yang menyebabkan korban Yasrin meninggal dunia terjadi pada Rabu (21/6/2017) lalu, ketika korban mengendarai mobil pick up melaju kencang datang dari arah Martapura menuju Simpang Martapura dan bertabrakan dengan bus Ranau Indah yang disaat itu datang dari arah berlawanan. Seketika korban Yasrin diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara, kondisi Bus Ranau Indah dengan 18 orang penumpang yang masuk kedalam areal persawahan tidak ditemukan korban, hanya saja sebagian penumpang mengalami luka ringan.

“Peristiwa kecelakaan yang dialami korban Misno terjadi pada (25/6/2017) bertepatan dengan perayaan Idul Fitri sekitar pukul 16.30 Wib. Misno yang mengendarai sepeda motor Jenis Honda Supra X 125 bersama rekannya Ahmad bertabrakan dengan Kijang Innova yang dikemudikan oleh Nangcik. Sebelum meninggal, korban Misno sempat dirawat di RS Islam Gumawang akibat patah kaki. Sedangkan kecelakaan lainnya terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Sungaituha. Namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, korban hanya mengalami luka-luka serius dan masih dalam perawatan,” lanjutnya.

Menurut Kahar, kepatuhan pengendara selama operasi ramadniya terbilang cukup bagus hanya saja terkadang pengendara kerap lalai dalam berkendara dan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tentunya juga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengendara lainnya.

“Kita tetap memberikan himbauan kepada masyarakat maupun pemudik yang akan melintasi jalan raya agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan karena keluarga menunggu dengan harapan besar untuk berkumpul kembali,” imbuhnya.