KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Berakhirnya masa libur panjang dan cuti bersama selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, mulai Senin (3/7/2017) seluruh jajaran pegawai SKPD Kabupaten OKU Timur diwajibkan kembali bekerja seperti sebelumnya. Dalam hal itu tidak akan ada toleransi bagi pegawai yang bolos, karenanya bagi para pegawai yang diketahui bolos bekerja akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu diungkapkan langsung Sekda OKU Timur, Drs H Idhamto Dipl MSi, ketika dikonfirmasi Minggu (2/7/2017). Menurutnya, kata Idhamto, disiapkannya sanksi tegas bagi para pegawai yang kedapatan bolos bekerja tentunya berdasarkan surat edaran Bupati OKU Timur nomor 060/159/2017, perihal cuti bersama dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Dalam surat edaran itu menyebutkan, bahwa masa libur dan cuti bersama dimulai sejak 23 Juni dan akan berakhir pada 2 Juli 2017.

“Sesuai surat edaran Bupati sebelumnya, seluruh pegawai baik yang berstatus PNS maupun TKS terhitung mulai besok tanggal 3 Juli 2017 sudah wajib bekerja seperti biasanya,” terangnya.

Selain itu, lanjut Idhamto, sesuai dengan surat edaran seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian (Kabag), Camat hingga Lurah diminta agar terus melakukan pengawasan terhadap seluruh pegawai terhitung sejak 22 Juni lalu sampai 3 Juli 2017. Jika dalam pengawasan tersebut ada seorang pegawai didapati bolos bekerja diluar masa libur yang sudah ditetapkan sebelumnya, seluruh Kepala OPD, Kabag, Camat dan Lurah diminta untuk mendata pegawai tersebut dan segera melaporkan ke Bupati melalui Dinas Inspektorat.

“Besok masing-masing Kepala OPD dan instansi lainnya akan melakukan pengawasan terhadap pegawai. Kita harapkan, tidak ada pegawai yang menambah sendiri masa liburnya tanpa ada alasan yang jelas,” lanjutnya.

Jika nantinya didapati ada para pegawai yang tidak masuk kerja diluar ketentuan, Idhamto menegaskan, pihaknya akan memberikan hukuman berupa sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Saat ini kita sudah mencanangkan tahun berkualitas, dimana baik pembangunan yang dilakukan maupun pelayanan terhadap masyarakat harus lebih berkualitas dari tahun sebelumnya. Dan ini diawali dari kita sebagai abdi negara yang merupakan pelayan masyarakat,” tegasnya.