Harga Jual Kembali Anjlok, Petani Karet di OKUT Mengaku Kesulitan Atur Biaya Perawatan Kebun

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Harga jual getah karet di sejumlah daerah yang berada di Kabupaten OKU Timur, sejauh ini kembali mengalami penurunan cukup signifikan. Diketahui sebelumnya pada awal bulan Juni 2017 lalu harga jual getah karet berkisar Rp 7.600 perkilo, namun memasuki akhir bulan Juni 2017 harga jual getah karet tersebut kembali menurun menjadi Rp. 7.200 perkilonya.

Menurut penuturan Giarto (45), salah satu pemilik kebun karet di wilayah Batumarta unit 7 saat dibincangi Rabu (5/7/2017) mengatakan, adanya penurunan harga jual getah karet selalu terjadi sejak beberapa tahun lalu. Tentunya hal itu menyebabkan petani saat ini mengalami kesulitan, baik dalam mengatur biaya perawatan maupun untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kemarin saya terkahir jual getah karet umur dua mingguan, tepatnya sebelum lebaran, harga jual mengalami penurunan lagi dari tingkat harga sebelumnya. Bahkan sejak lebaran sampai sekarang petani masih belum ada yang ingin menjual karetnya karena masih menunggu harga kembali naik. Setelah ini, kita belum bisa pastikan apakah harga jual akan naik atau malah kembali turun,” ungkapnya

Sedangkan harga jual getah karet bulanan, kata dia, disejumlah lokasi terpisah harga getah karet bulanan bervariasi. Seperti misalnya di daerah Batumarta unit 7 sampai unit 10, harga jual getah karet bulanan berberkisar Rp. 8.500 perkilo, namun ada juga hanya Rp. 8.200 bahkan Rp. 8.000 perkilonya.

Dengan kondisi demikian, pihaknya berharap harga jual getah karet nantinya dapat mengalami kenaikan pada saat penjualan bulan ini. Dengan begitu, petani bisa lebih sejahtera dan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Dengan kondisi seperti ini, petani tentu sangat mengalami kesulitan akibat turunnya harga jual karet tersebut. Kita sangat berharap, pihak pemerintah dapat mengambil tindakan dengan perjuangkan harga jual getah karet ini sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, terutama bagi kalangan petani perkebunan karet,” harapnya.