KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Merosotnya harga jual hasil pertanian di Kabupaten OKU Timur bukan hanya dikeluhkan komoditas petani karet saja, ternyata hal serupa juga ikut dirasakan sebagian besar komoditas para petani lada. Pasalnya, saat ini harga jual lada dipasaran kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Seperti yang dikatakan Amali (50) salah seorang petani lada di Desa Condong, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, ketika dibincangi Kamis (6/7/2017) mengatakan, jika pada tahun sebelumnya harga komoditas lada di OKU Timur mencapai kisaran Rp. 140 ribu perkilo, ditahun ini harga jual tersebut mengalami penurunan cukup drastis yakni hanya sebesar Rp. 40 ribu perkilonya.

Tentunya, kata Amali, hal itu membuat sebagian besar komoditas petani lada merugi dan mengaku kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Tahun 2016 harga lada perkilonya masih berkisar Rp. 140 ribu, memasuki awal tahun 2017 harga mulai menurun kisaran Rp. 80 ribu dan sekarang malah tambah parah harga jual hanya sebesar Rp. 40 ribu perkilonya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, lanjut Amali, dirinya juga mengaku kesulitan dengan hasil panen yang setiap tahunnya terus mengalami penurunan drastis karena disebabkan oleh faktor ‘penyakit kuning’ yang kerap menyerang tanaman lada. Menurutnya, sejauh ini masih belum ada solusi untuk mengatasi hal tersebut.

“Selain harga jual mengalami penurunan drastis, kami juga disulitkan dengan adanya ‘penyakit kuning’ yang kerap menyerang tanaman lada. Penyakit itu berdampak pada penurunan hasil panen dan sejauh ini masih belum ditemukan solusinya,” lanjutnya.

Dengan kondisi demikian, pihaknya menaruh harapan kepada pemerintah daerah agar dapat mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut.

“Sekarang kami hanya bisa pasrah dan menaruh harapan kepada pemerintah daerah agar dapat membantu dalam mengatasi kondisi seperti ini,” harapnya.