Tuntut Revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Ratusan Honorer OKUT Bertolak ke Jakarta

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Terhitung sedikitnya 134 orang berstatus tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemkab OKU Timur ikut serta dalam bertolak ke Jakarta untuk melakukan aksi penyampaian aspirasi di Istana Presiden. Keberangkatan ratusan tenaga honorer yang bersatu dalam DPW Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KN-ASN) OKUT ini mendapat restu langsung dari Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni SE dan Ketua DPRD Beni Defitson, di Simpang Kotabaru Martapura, Selasa (18/7/2017).

Saat dibincangi sebelum keberangkatan, Winarso selaku koordinator rombongan menuturkan, keberangkatan dirinya beserta rombongan ke Ibukota tidak lain untuk menyampaikan aspirasi sebagai tenaga honorer. Dimana dalam tuntutannya, mereka berharap dapat diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) meski saat ini sudah menginjak usia 35 tahun ke atas.

“Hampir seluruhnya dari rombongan ini yang sudah mengabdi selama belasan tahun tapi masih belum diangkat menjadi PNS. Alasannya, karena faktor usia kami yang di nilai tidak memenuhi syarat untuk menjadi PNS,” ungkapnya.

Lanjut Winarso, ratusan tenaga honorer asal OKU Timur yang diketahui terdiri dari lima forum, seperti Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Bidan, Perawat, Tenaga Kesehatan dan Pagar Nusa nantinya akan bersatu dengan tenaga honorer se-Indonesia di Jakarta, Rabu (19/7/2017) untuk melakukan aksi dalam upaya penyampaian aspirasi. Seluruh tenaga honorer yang akan hadir nantinya jumlahnya diperkirakan mencapai 20 ribu peserta.

“Kami akan mendesak pemerintah supaya merevisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang bisa dikatakan tidak berpihak kepada tenaga honorer yang usianya sudah memasuki 35 tahun ke atas. Adanya UU ini tentu hanya tenaga honorer berusia 35 tahun ke bawah yang bisa diangkat menjadi PNS, sedangkan kami yang sudah berusia 35 tahun ke atas dan sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun tidak bisa diangkat menjadi PNS,” lanjutnya.

Sementara, dihadapan ratusan para peserta aksi sebelum keberangkatan, Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni SE mengatakan, sejauh ini Pemkab OKU Timur sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengangkatan tenaga honorer yang ada, namun upaya tersebut terganjal dengan adanya aturan yang lebih tinggi.

“Tentu kami mempunyai cara khusus untuk dapat memperjuangkan kalian melalui jalur birokrasi. Pertahankan hak kita tapi perlu diingat jangan arogan dan melanggar hukum. Semoga kalian nantinya cepat kembali tentunya dengan mendapatkan hasil sesuai keinginan yang sebelumnya diharapkan bersama,” tegasnya.