Tersangka Khoirul beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor supra x 125 milik korban.

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR Menyikapi maraknya aksi pelaku kejahatan yang sebelumnya terbilang sangat meresahkan masyarakat Bumi Sebiduk Sehaluan, pihak jajaran anggota Polres OKU Timur sejauh ini lebih serius dalam upaya meningkatkan keamanan situasi dan kondisi  lingkungan. Hal itu dapat dibuktikan dengan berangsur terungkap dan tertangkapnya para pelaku kejahatan yang sempat buron beberapa tahun lamanya.

Jika belum lama ini anggota Tim Shadow Wallet (SW) Satreskrim Polres OKUT berhasil meringkus dua pelaku Curas yang sempat buron beberapa tahun, kini Tim SW kembali berhasil meringkus satu pelaku Curas yang diketahui bernama Khoirul Anam Bin Purwanto (21) warga Desa Karsa jaya, Kecamatan Belitang Jaya.

Dalam proses peringkusan tersangka Khoirul, Tim SW hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja usai menerima laporan dari pihak korban Yulius Wahyu Ningtias (27) yang tercatat sebagai warga Desa Sukanegara, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKUT.

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kabag Humas AKP Hardan didampingi Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu ketika dikonfirmasi mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan pihak kepolisian yang tertuang dalam LP: B/15/VII/2017/Sumsel/Okut/Sek BLT III tanggal 28  Juli  2017, kronologis kejadian tersebut bermula saat tersangka Khoirul menggunakan modus ingin membeli handphone korban dengan mengajaknya bertemu di Simpang Desa Rejosari, Jumat (28/7/2017) sekitar pukul 15.30 Wib.

Saat tersangka dan korban bertemu di lokasi yang sebelumnya sudah ditentukan, tersangka menyuruh korban untuk mengikutinya dengan alasan ingin mengambil uang yang tertinggal dirumahnya. Setibanya korban di perkebunan karet tepanya di ruas jalan irigasi Desa Margokoyo, Kecamatan Belitang Jaya, tersangka langsung berhenti dan mencabut kunci sepeda motor korban seraya marah dengan menuduh korban telah melakukan pemalakan terhadap adik tersangka.

Merasa ada yang aneh, korban yang disaat itu juga merasa tidak pernah melakukan tuduhan tersebut langsung berinisiatif melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motornya jenis honda supra x 125 bernomor polisi BG 5936 YC. Setibanya dirumah, korban didampingi orang tuanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.

“Tersangka berhasil kita ringkus dikediamannya tanpa perlawanan setelah kurang lebih dua jam lamanya anggota melakukan penyelidikan. Dari tangan tersangka anggota berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone dan satu unit sepeda motor milik korban yang disembunyikan tersangka disemak belukar tak jauh dari kediamannya,” ungkapnya.

Guna menganggung perbuatannya, tersangka terjerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian kekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman minimal tujuh tahun penjara.