KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Sebanyak 40 peserta calon Pasukan Pengibar Bendera Sangsaka (Paskibraka) Merah Putih Kabupaten OKU Timur yang saat ini dalam masa karantina di Hotel Dewi II, Desa Kotabaru selatan, Jumat (4/8/2017) lalu sekitar pukul 20.00 Wib, mendapatkan pembekalan pemahaman tentang kebangsaan, hukum, serta bahaya narkoba langsung dari Satgaster Kodim 0403/OKU dan Satgasrat 6/2 Kostrad (BRIGIF Mekanis 6 Divisi II Kostrad, Solo Jawa Tengah).

Pembekalan berupa penyuluhan yang bertemakan ‘Serbuan Teritorial Satgaster Kodim 0403/OKU bersama Sagasrat 6/2 Kostrad’ tersebut bertepatan dengan persiapan digelarnya latihan bersama Antar Kecabangan (Ancab) yang nantinya akan dihadiri langsung Presiden RI Jokowi pada 12 Agustus 2017 mendatang.

Dalam proses pembekalan itu sendiri diisi langsung oleh sejumlah perwira Brigif yang menyampaikan materi kepada puluhan anggota Paskibraka mengenai bahaya Narkoba, penyuluhan hukum, serta tentang wawasan kebangsaan.

Sedangkan pemateri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut masing-masing Pabung Kodim Kasi Bandukum hukum Kostrad Mayor CHK Jimmy, Kapten CHK Rustam Aji, Penyuluh Narkoba dan Lettu Inf Nurdin Sobari, Serta kapten Inf Sujarwo.

Sementara, Pabung Kodim OKU Timur Mayor Inf Sumarto saat diwawancarai disela kegiatan mengatakan, serbuan satgaster tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda penerus bangsa akan pentingnya memahami bangsa dan perjuangan para pahlawan terdahulu. Selain itu, para anggota Paskibraka juga diberikan pembekalan mengenai hukum.

“Bukan hanya itu, penyuluhan akan bahaya mengkonsumsi Narkoba juga kita berikan dengan tujuan lebih menekankan generasi muda agar menjauhi narkoba. Karenanya, efek narkoba itu sendiri dapat merusak diri, lingkungan, keluarga serta masa depan baik pribadi maupun masa depan bangsa,” katanya.

Setelah mendapatkan pembekalan dari para perwira Brigif, pihaknya berharap nantinya para anggota Paskibraka dapat menanamkan jiwa nasionalis pada dirinya masing-masing dan dapat menghindari penyalahgunaan narkoba serta bisa menyampaikan dampak negatif mengkonsumsi bahaya narkoba itu sendiri kepada rekannya.