loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – ‎Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten OKU Timur, Okto Sriherjani yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran kebisingan angkutan Batubara tahun 2013-2014 hanya tertunduk lesu ketika mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan di Pengadilan tipikor klas 1A Khusus Palembang Kamis (24/8/2017).

Okto diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan merugikan negara sebesar Rp. 600 Juta sesuai dengan hasil audit Inspektorat.

Dalam sidang lanjutan tersebut JPU menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama enam tahun enam bulan dan denda sebesar Rp. 300 Juta subsider enam bulan kurungan jika yang bersangkutan tidak sanggup membayar denda.

Terdakwa diyakini bersalah melakukan tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri sebagaimana didakwa dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

‎”Supaya majelis hakim tindak pidana korupsi yang menghadili perkara ini agar menghukum terdakwa Okto Sriherjeni dengan pidana penjara enam tahun dan enam bulan penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara‎,” kata JPU kepada majelis hakim.

“Terdakwa merupakan mantan Kasat Pol PP Kabupaten OKU Timur. Selaku Pengguna Anggaran (PA) harus mempertanggungjawabkan anggaran yang dikeluarkan yang tercantum dalam bukti sura berupa SPJ kegiatan di bulan Januari hingga bulan Maret tahun 2012,” lanjutnya dihadapan majelis hakim Paluko Hutagalung SH MH.