Ilustrasi Hewan Qurban

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar ummat Islam yang sangat dinantikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan tanpa terkecuali penjual hewan Qurban.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya penjualan hewan Qurban cukup menjanjikan, namun pada hari raya Idul Adha 1438 Hijriah tahun 2017 penjualan hewan Qurban mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan Hewan Qurban tersebut selain disebabkan oleh penurunan harga komoditas baik perkebunan maupun pertanian lainnya yang menjadi tumpuan masyarakat OKU Timur yang merupakan mayoritas petani karet, sawit dan persawahan.

Seperti yang diungkapkan Meli peternak sekaligus penjual hewan Qurban di Martapura, Kabupaten OKU Timur yang mengaku beberapa tahun sebelumnya dirinya mampu menjual hewan Qurban hingga mencapai 100 ekor bahkan lebih. Namun tahun 2017, penjualan hewan Qurban mengalami penurunan secara drastis dan hingga menjelang Hari Raya Qurban penjualan hewan Qurban hanya mencapai 30 ekor sapi.

“Penurunannya bukan hanya pada hewan sapi saja. Namun hwan kambing juga mengalami penurunan. Penyebabnya karena anjloknya sejumlah harga komoditas pertanian,” katanya.

Meli mengaku sapi-sapi yang dijualnya di jalan Lintas Martapura tersebut didominasi oleh sapi lokal atau sapi Jawa dan sapi Bali. Sementara sapi metal atau sapi impor dia mengaku tidak menjualnya karena memang tidak pembeli yang berminat.

“Kebanyakan sapi lokal dan sapi bali ada beberapa ekor. Untuk harga yang kita tawarkan mulai dari Rp. 14 Juta hingga diatas Rp. 20 Juta per ekor. Tergantung ukuran sapi yang akan dibeli,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas peternakan dan Perikanan OKU Timur Ir Santio MM mengatakan, ketersediaan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha mendatang sebanyak 5.048 ekor terdiri yang dari 1.911 ekor sapi dan 3.137 ekor kambing.

“Setiap tahun saat Idul Adha kita  (OKU Timur) selalu menyuplai pasokan sapi dan kambing ke berbagai daerah yang ada di Sumsel dan provinsi terdekat. Karena stok hewan kurban kita lebih dari cukup,” ujarnya.