Puluhan Hewan Kurban Meriahkan Mulang Tiyuh Barong Setelah Digelar 25 Tahun Lalu

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Sebanyak 16 Ekor Sapi, Dua ekor Kerbau, dan Empat Ekor Kambing disembelih warga Desa Surabaya, Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten OKU Timur dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah Sabtu (2/9/2017).

Puluhan Ekor Sapi, Kerbau dan Kambing tersebut merupakan Hewan Kurban dari masyarakat Desa Surabaya yang sebagian besar berasal dari para perantau yang sudah puluhan tahun tidak menginjakkan kaki di Tanah Kelahiran baik mereka yang merantau di tanah air, maupun di luar Negeri.

Para perantau yang pulang kampung tersebut menggagas sebuah kegiatan bertajuk ‘Mulang Tiyuh Barong’ (Multibar) yang merupakan tradisi pulang kampung bersama dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun yang tidak dilaksanakan secara rutin.

Kegiatan Multibar tersebut sebelumnya pernah dilaksanakan 25 tahun lalu tepatnya pada tahun 1992 lalu. Setelah puluhan tahun berlalu, akhirnya para perantau kembali menggelar kegiatan serupa bertepatan dengan Hari Raya Idul Kurban.

Mulang Tiyuh Barong tersebut selain digelar sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, juga sebagai salah satu tradisi yang digelar dengan melaksanakan berbagai kegiatan adat seperti penampilan Tari Tigol, Hiring-Hiring dan Pisa’an yang berisikan lantunan puisi petuah.

Dalam kegiatan tersebut, nasihat dan rasa syukur dilantunkan dengan irama mendayu dan sedih. Sehingga pendengar akan terbawa emosinya hingga menitikkan air mata. Kemudian ditampilkan pula norbangan, yakni permainan alat musik sejenis rebana. Tapi dalam adat ini ada tambahan alat musik berupa gong dan canang untuk mengiringi lagu-lagu rohani Islam yang dimainkan oleh kaum ibu dan nenek nenek.

H Ismail Satya Karya, tokoh tetua adat Desa Surabaya, didampingi Hidayat Comsu, Ketua Pelaksana,  mengatakan, Multibar kali ini bertepatan dengan suasana Lebaran haji 1438 Hijriah. Karena banyak perantau asal Desa Surabaya ingin melaksanakan ibadah kurban di kampung halaman jadi kegiatan ini digelar untuk menjalin tali silaturahmi dan mengulang tradisi yang sudah berlalu 25 tahun lalu.

“Setelah dilakukan rembuk, akhirnya disepakati tradisi Multibar yang sudah puluhan tahun tidak dilaksanakan digelar bertepatan dengan suasana Idul Adha. Sekaligus melestarikan budaya dan kesenian tradisional setempat,” katanya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati OKU Timur HM Kholid MD, Wakil Bupati OKU Timur, Fery Antoni, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemkab OKU Timur.

Proses Penyembelihan hewan Kurban dalam kegiatan Mulang Tiyuh Barong di Desa Surabaya

Sumber: RMOL Sumsel – Muhammad Wiwin.