Akhir tahun 2017, Duku dan Durian Komering Diprediksi Banjiri Pasar

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Jika beberapa tahun lalu Duku dan Durian Komering tidak berbuah dan tidak terlihat membanjiri pasar baik di OKU Timur, Sumsel bahkan pasar Nasional, maka tahun 2017 diperkirakan Duku dan Durian Komering akan membanjiri pasaran. Hal itu diungkapkan kepala dinas pertanian OKU Timur Ir Ruzuan Effendi selasa (5/9/2017).

Menurut Ruzuan, tidak berbuahnya Duku dan Durian Komering beberapa tahun sebelumnya disebabkan karena tingginya curah hujan disertai angin kencang yang menyebabkan putik buah membusuk dan terjatuh yang berdampak pada tidak berbuah maksimalnya duku dan Durian Komering tersebut.

“Namun kalau melihat dari perkembangan cuaca pertengahan tahun ini. Sepertinya Duku dan Durian Komering akan membanjiri pasaran karena hujan sudah mulai jarang turun dan kemarau sudah mulai tiba sehingga putik buah bisa bertahan,” katanya.

Ruzuan memprediksi, Duku dan Durian Komering akan menjadi salah satu komoditas unggulan di pasaran jika tahun 2017 putik buahnya tidak membusuk dan terjatuh. Selama ini kata dia, buah-buahan yang berasal dari OKU Timur menjadi primadona di pasaran karena rasanya yang manis dan kulit yang tebal.

“Tentunya harapan kita akan tidak terjadi kemarau dan buah-buahan OKU Timur tetap membanjiri pasar. Namun secara hukum alam hal itu sulit terjadi,” katanya.

Ketika ditanya pengaruh kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir terhadap areal persawahan petani, Ruzuan memastikan hingga saat ini belum ada dampak yang merugikan petani sawah karena saat ini petani belum melakukan penggarapan dan baru selesai melakukan pemanenan.

“Dan harapan kita agar petani bisa mengganti pola tanam dari padi ke palawija atau jagung hibrida dan kedelai. Karena hal itu bisa menghambat perkembangan hama yang dapat mengancam tanaman padi petani,” katanya.

Dengan melakukan pola tanam kata ruzuan, maka hama padi yang sebelumnya tidak bisa dibasmi dengan tuntas tidak akan berkembang karena adanya pergantian pola tanam dari padi ke palawija, jagung atau kedelai sehingga musim tanam dan panen selanjutnya bisa lebih maksimal.

“Jika hama berkurang tentunya hasil panen akan lebih maksimal dan menguntungna. Selain itu melakukan pola tanam ke palawija, jagung dan kedelai tidak merugikan karena perkembangan maupun harganya cukup menjanjikan,” terangnya.