Masya Allah, Ternyata Beginilah Reaksi Orang Tua di Alam Kubur saat Diziarahi dan Didoakan Anaknya

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Ziarah kubur adalah salah satu sunnah Rasulullah karena kegiatan ini mengingatkan manusia bahwa kematian itu pasti akan datang. Jika kita sudah mengingat kematian, maka hal ini dapat semakin mendekatkan kita kepada-Nya dan melembutkan hati yang membaut kita mudah menerima nasehat dan semakin rajin beribadah.

Keutamaan Ziarah Kubur  juga tertuang dalam beberapa hadits berikut ini :

زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Majah)

Hadits yang diriwayatkan Al Haakim menyatakan bahwa kegiatan ziarah kubur dapat melembutkan hati, seperti berikut ini :
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim)

Ziarah kubur juga dapat membuat hati tidak hanya memikirkan kesenangan duniawi dan zuhud terhadap gemerlap dunia :
كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Hakim)

Imam Al Munawi sendiri pernah berujar, “Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya” (Faidhul Qaadir, 88/4)

LANTAS, BAGAIMANA UNTUK ORANG TUA ATAU ORANG LAIN YANG KITA DATANGI MAKAMNYA DAN KITA DOAKAN?

Syaikh Muhammad al-Syanqithi berkata, “Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang sudah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa membutuhkannya ahli kubur pada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya tahu hal ini.”

Utsman bin Sawad, seorang ulama salaf, bercerita tentang ibunya, seorang wanita yang dikenal sebagai ahli ibadah. Saat sang ibu akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata, “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu jadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematiaku, jangan Engkau abaikan diriku saat m4ti, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.” Lalu ia meninggal dunia.

Utsman pun selalu berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at, berdoa untuknya dan memohonkan ampun baginya dan semua ahli kubur disana. Pada suatu malam, ia bermimpi berjumpa dengan ibunya.

Utsman bertanya kepada sang ibu, “Wahai ibuku, bagaimana keadanmu?”.
Ibu nya pun menjawab, “Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu yaitu kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terdiri dari tenunan kain sutera.” Utsman bertanya lagi, “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku?”

Ibunya lalu menjawab : “Iya, jangan lah kau tinggalkan ziarah yang kau lakukan pada kami. Sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jum’at saat berangkat dari keluargamu. Orang-orang bakal berkata kepadaku: “Ini anakmu telah datang.” Lalu aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”

Seorang ulama salaf yang lain, Basysyar bin Ghalib, pernah bercerita :
“Aku bermimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku : “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai pada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera.”

Aku berkata : “Bagaimana hal itu dapat terjadi?” Ia menjawab : “Begitulah doa orang-orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah meniinggal dan doa itu dikabulkan, jadi doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera. Lalu hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu. Lalu dikatakan kepadanya: “Terimalah, ini hadiah si anu kepadamu.”

Subhanallah, kira- kira begitulah manfaat ziarah kubur yang kita lakukan untuk orang tua dan lainnya. Maka, sudah seberapa seringkah kita berziarah ke makam orang tua, keluarga atau sanak saudara lain yang meninggal dunia? Sudah cukup seringkah kita mendoakan mereka setelah meninggal? Ternyata ziarah dan doa kita sangatlah dibutuhkan oleh mereka.

Sumber: baperistik.co