NU Cabang OKUT Segera Terbitkan Majalah Wasilah Edisi ke-4… Ini Dia Harapan LTN Dalam Berdakwah

Cover Majalah Wasilah NU Cabang OKU Timur
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur melalui lembaga Lajnah Ta’lif wan Nasyr  (LTN) terus mendorong lahirnya penulis handal baru dari kalangan kader muda NU untuk membumikan dan mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamain dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada umat di bumi sebiduk sehaluan dan bahkan dunia.

Muji Rahayu salah satu tim redaksi majalah wasilah disela-sela rapat persiapan penerbitan majalah wasilah edisi ke-4 yang digelar di Sukaraja, Rabu (6/9/2017) mengatakan, NU OKU Timur saat ini selain memiliki media cetak yakni majalah wasilah, kedepan pihaknya juga akan merencanakan peluncuran media online.

“Diharapkan dari dua media tersebut nantinya akan menjadi media dakwah bagi para Kiyai NU, tokoh NU, kader muda NU dan warga nahdliyin pada umumnya, sehingganya kami sangat mengharapkan kader NU dapat bersama-sama berjuang memberikan informasi yang benar terkait ideologi, pandangan dan sikap NU dalam kehidupan keseharian” paparnya.

Bahwasanya di era digital saat ini, anak muda NU tidak boleh kalah dengan kelompok lain yang berupaya akan merusak NU khususnya lewat budaya literasi. Ujar Alumni STIT MU Gumawang tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Zainal Muhtadin Ketua LTN NU OKU Timur mengatakan bahwa para kiyai dan santri harus memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

“Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fiqh, tauhid,  tasawuf dan kajian khas pesantren,” ujarnya.

Sekretaris IKA PMII OKU Timur tersebut menambahkan bahwa begitu pentingnya menggunakan media sosial untuk menangkal isu radikalisme dan isu yang merongrong keberadaan Pancasildan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Bagi NU, Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati,” tegasnya dengan penuh semangat.

Penulis: NU Cabang OKU Timur