Puluhan Jenazah Dibakar dalam Prosesi Penyucian Roh di Desa Darmabuana

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat menghadiri upacara penyucian Roh (Ngaben) di desa Darma Buana

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR  – Sedikitnya 70 jenazah umat Hindu dibakar dalam upacara penyucian roh atau yang dikenal dengan Ngaben di Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II . Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan ribuan pengunjung baik dari umat hindu maupun warga sekitar.

Ketua pelaksana I Ketut Budiase Sag mengatakan, upacara ngaben merupakan prosesi 5 tahunan sekali yang dilakukan umat Hindu di desanya. Pelaksanaannya hari ini dianggap merupakan hari baik berdasarkan perhitungan suci pandita. “Sekitar 70 sawo atau jenazah yang disucikan berasal dari beberapa Kabupaten di Sumsel di antaranya Kabupaten Prabumulih 1 Sawo, Jambi 1 Sawo, OKI 2 Sawo, Banyuasin 1 Sawo dan untuk yang lainya berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKU Timur,” terang Budiase.

Menurut Budiase, ngaben merupakan prosesi penting bagi umat Hindu karena merupakan bentuk penghormatan dari orang yang ditinggalkan. Setelah pengabenan, abu jenazah selanjutnya akan dilarung. Larung akan dilaksanakan di Sungai . “Upacara berlangsung semarak tidak boleh ada tangisan. Kepercayaan kami kalau menangis akan menghambat perjalanan arwah,” katanya.

Ngaben merupakan upacara mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta yakni lima unsur pembangun badan kasar manusia kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi perjalanan Atma ke Sunia Loka untuk bertemu dengan sang pencipta.

“Karena di dalam badan manusia terdapat lima unsur, tanah, udara, api, air dan kembali ke asal atau materi yang memenuhi ruang alam semesta di luar bulatan bumi  (Aether),” jelasnya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, menyatakan bahwa acara itu bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan memupuk semangat kebersamaan sesama keluarga Hindu di seluruh wilayah Kabupaten OKU Timur. “Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud penghargaan kita kepada sang hiang widi wase. Mengingat kegiatan ini merupakan kewajiban bagi umat Hindhu,” terang Kholid.