Antisipasi Konflik, Pemerintah Ukur Ulang Tapal Batas Desa Bandingagung Dengan Desa Karangnegara

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Untuk memastikan wilayah administratif antara Desa Bandingagung Kecamatan Madang Suku III, dengan Desa Karangnegara Kecamatan Madang Suku II Kabupaten OKU Timur, pemerintah melakukan pengecekan tapal batas antara kedua desa tersebut.

Pengecekan tapal batas yang dilaksanakan Senin (11/9/2017 sekitar pukul 11.00. hingga pukul 13.20. siang tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) OKU Timur Fifi Luthas Bahagia, Camat Madang Suku III, Andi Rosidi, Danramil 403-03/Martapura, Kapten Arm Sodik,Kapolsek Madang Suku II, Iptu Dwi, Sekcam Madang Suku II, Yaser Arapat, Kades Bandingagung, Ruslim, Kades Karangnegara, Heriansyah, dan Kepala UPTD Pertanian Madang Suku III Idhi Kailani.

Dalam pengecekan tapal batas tersebut dilakukan pengambilan data koordinat yang berlokasi di Sungai Gumilir, Pengambilan data koordinat yang berlokasi di Sungai Nipis.

Kabag Tapem Fifi Luthas Bahagia dilokasi mengatakan, kehadiran tim setda OKU Timur beserta pihak kecamatan dan unsur Muspida dilakukan untuk melihat titik koordinat tapal batas dan bukan menyelesaikan masalah yang ada di dua desa tersebut. Hasil dari pengecekan titik koordinat tersebut nantinya kata dia, akan disampaikan kepada Bupati OKU Timur untuk kemudian dilakukan langkah selanjutnya.

“Untuk penyelesaian mengenai tapal batas ini nantinya kedua desa akan difasilitasi oleh pemerintah OKU Timur. Sebelum masalah ini selesai baik Desa Bandingagung Kecamatan Madang Suku III, maupun Desa Karangnegara Kecamatan Madang Suku II jangan sampai ada yang memicu keributan karena permasalahan ini sudah ditangani Polers OKU Timur dan Pemkab OKU Timur,” katanya.

Sementara Kapolsek Madang Suku II, Iptu Dwi meminta kepada Kepala Desa dua desa tersebut untuk memberikan pengertian kepada masyarakat masing-masing desa untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri yang dapat memicu keributan sementara permasalahan tersebut ditangani dan dicari penyelesaian.

Sedangkan Danramil 403 -03/Martapura Kapten Arm Sodik meminta masyarakat untuk pulang kerumah masing-masing setelah pengecekan tapal batas dilakukan dan dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak ada yang memancing keributan.

“Masalah ini sekarang sudah ditangani oleh pemerintah OKU Timur dan saya minta masyarakat bisa menunggu hingga ditemukan jalan keluarnya,” katanya.

Sedangkan tokoh masyarakat yang ada dilokasi Aszari menjamin tidak ada keributan dari dua desa tersebut yang merupakan satu suku yang masih merupakan saudara antara satu dengan yang lainnya.