Ini dia Harapan Polisi Kepada Balita di OKU Timur

Harapan Polisi kepada Balita
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | SUMSEL – Puluhan anak-anak mengenakan seragam Kepolisian sebut saja ” Pocil ” siswa/i Paud Madrasatul Ula Desa Sukadamai Timur Kecamatan Madang Suku III Kabupaten OKU Timur, Senin (18/9/2017) diberikan pemahaman berkaitan tertib berlalu lintas oleh dua orang anggota Kepolisian dari Polsek Madang Suku II, Polres OKU Timur.

Ya, mereka berdua yaitu Aiptu. M. Parhusip dan Brigadir. Subekti Bayu Aji. Berbekal dengan pengetahuan yang mereka miliki, keduanya tampak memahami apa yang harus dilakukan dan metode apa yang harus diterapkan terhadap anak yang rata — rata usianya masih dibawah 5 tahun ini.

Puluhan anak-anak mengenakan seragam Kepolisian sebut saja ” Pocil ” siswa/i Paud Madrasatul Ula Desa Sukadamai Timur Kec. Madang Suku III Kab. OKU Timur, Senin (18/9/2017) diberikan pemahaman berkaitan tertib berlalu lintas oleh dua orang anggota Kepolisian dari Polsek Madang Suku II, Polres OKU Timur.

Ya, mereka berdua yaitu Aiptu. M. Parhusip dan Brigadir. Subekti Bayu Aji. Berbekal dengan pengetahuan yang mereka miliki, keduanya tampak memahami apa yang harus dilakukan dan metode apa yang harus diterapkan terhadap anak yang rata — rata usianya masih dibawah 5 tahun ini.

Siswa/i Paud Madrasatul Ula nampaknya menyukai kedua Polisi ini, ini terlihat dengan interaksi dan komunikasi yang begitu dekat layaknya oraang tua mereka(red. siswa/i Paud Madrasatul Ula ). Biasanya anak-anak sedikit merasa takut jika melihat Polisi, lantaran setiap melakukan kesalahan acapkali ditakut-takuti oleh orang tua dengan kalimat ” Awas kalau nakal, nanti ditangkap Polisi “.

” Anak-anak ini diajak belajar sambil bermain dan bernyanyi untuk menghilangkan kesan seram. Sesekali mereka di kenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas dan diajarkan bagaimana cara baris-berbaris, meskipun terkadang mereka masih sulit untuk diarahkan,” kata Parhusip.

Meskipun mengalami banyak kesulitan, kedua Polisi ini tetap bersemangat karena didalam benak mereka menanamkan pendidikan berlalulintas sejak dini jauh lebih penting, kelak ketika mereka tumbuh dewasa mereka diharapkan menjadi pribadi yang patuh dan taat hukum.

 ” Kesulitan yang kami alami akan terbayar dengan senyum manis, jika kelak kami bisa melihat mereka tumbuh dewasa dapat menjadi agen perubahan dan menjadi motor penggerak pemelihara kamtibmas sama seperti yang kami lakukan pada saat ini,” punkasnya.

Sumber: Humas Polda Sumsel