Diduga Bandar Narkoba Oknum PNS Ditangkap

Dua tersangka yang berhasil ditangkap ketika sedang mengkonsumsi sabu-sabu

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk membasmi peredaran narkotika dan sejenisnya dari Bumi Sebiduk Sehaluan ternyata tidak dihiraukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SDM (33) yang tercatat sebagai warga Trukis Kecamatan Martapura.

Dirinya ditangkap Satres Narkoba Polres OKU Timur Senin (25/9/2017) malam sekitar pukul 21.30. bersama rekannya Robi Lin Candra (30) warga Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing, OKI di warung yang berada di pinggir jalan Lingkar Martapura.

Ironisnya oknum PNS yang bertugas di salah satu Kelurahan di Kecamatan Martapura tersebut juga merangkap sebagai bandar sabu. Dimana tersangka Robi yang berprofesi sebagai sopir truk batubara tersebut mengaku sabu yang mereka hisap tersebut dibelinya dari tersangka SDM.

“Selain sebagai bandar tersangka SDM juga menyediakan tempat atau warungnya bagi sopir-sopir yang akan mengisap sabu. SDM ini sudah lama diincar berdasarkan laporan masyarakat yang mengaku resah atas ulahnya yang menyediakan tempat sekaligus bandar sabu,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji SIK melalui Kasat Narkoba AKP Firnianto saat dikonfirmasi Senin (26/9).

Dikatakan Kasat, saat ditangkap kedua tersangka kedapatan tengah menghisap sabu-sabu berikut barang bukti berupa bong yang terbuat dari botol plastik minyak wangi, satu buah pirek kaca yang ada sabu, tiga korek gas, satu lembar bungkus sabu, jarum, enam buah pipet plastik dan uang sebesar Rp. 100 Ribu.

“Saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres OKU Timur. Untuk tersangka SDM akan jerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 dan untuk tersangka Robi kita kenakan pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun,” jelasnya.

Sementara tersangka SDM saat dibincangi mengaku dirinya memakai sabu sejak tiga bulan terakhir. Sebelumnya dirinya telah direhabilitasi di salah satu pesantren selama satu tahun, namun setelah keluar kembali terlibat dan mengkonsumsi sabu.

“Tapi kalau sebagai bandar tidak, mereka (sopir-sopir truk) yang datang hanya minta dicarikan, lalu kami menghisapnya bersama di warung,” ujar SDM berdalih.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Bandar Judi Online di Belitang

Baca Juga: Babinsa dan Warga OKUT Nobar Film Pemberontakan G30S/PKI

Baca Juga: Baru Satu Jam Ngobrol, Remaja ini Kemudian Membuka Resleting Celana Apa yang Terjadi Selanjutnya Sungguh Mengejutkan