Tim pencarian dari BPBD dan Basarnas Provinsi dibantu masyarakat sekitar saat melakukan pencarian jasad korban di aliran Sungai Komering.

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR –  Meski sudah terbiasa menggunakan perahu kayu untuk menyeberangi derasnya Aliran Sungai Komering yang terletak di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, namun entah apa yang menyebabkan perahu Hamid menteri Mudin (65) bersama dua anaknya terbalik ketika tepat berada di tengah-tengah Sungai Komering Rabu (4/10/2017) sekitar pukul 15.00. WIB.

Meski kedua anaknya selamat dari derasnya Aliran Sungai Komering, namun Hamid terbawa arus Sungai. Pencarian korban oleh basarnas Provinsi dan BPBD OKU Timur dibantu masyarakat sekitar belum membuahkan hasil diduga karena derasnya Aliran Sungai Komering disertai cuaca yang cukup ekstrem membuat tim yang sudah menyisiri Sungai Komering beberapa radius kilometer dari tempat tenggelamnya perahu Hamid belum ditemukan.

Tenggelamnya perahu Hamid yang ditumpangi tiga orang tersebut berawal ketika Hamid dan kedua anaknya akan menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu kayu yang biasa mereka gunakan. Karena sudah terbiasa dan sudah mengenal Aliran Sungai Komering, Hamid tidak memiliki firasat apapun ketika menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu kayu tersebut.

Namun ketika sedang menyeberangi Sungai Komering tepat di tengah sungai, perahu yang mereka tumpangi terbalik dan menyebabkan Hamid tenggelam dan terseret arus. Sedangkan kedua anaknya berhasil selamat dan memberitahukan kepada warga kejadian tersebut yang langsung dilakukan pencarian oleh warga dengan peralatan seadanya hingga petugas BPBD dan Basarnas Provinisi Sumsel turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Perahunya terbalik dan Hamid terbawa arus. Anaknya berhasil selamat dan tidak mengalami luka serius. Pencarian sudah dilakukan bersama warga dan tim Basarnas Provinsi Sumsel. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Dan pencarian terus dilakukan untuk menemukan tubuh korban,” ungkap Camat Buay Madang Sandi Fahlefi ketika dikonfirmasi Kamis (6/10/2017).

Menurut Sandi, dirinya langsung menghubungiu BPBD OKU Timur dan masyarakat sekitar untuik melakukan pencarian setelah menerima laporan adanya warga yang hanyut di Aliran Sungai Komering.

Sedangkan Kepala BPBD OKU Timur H Rusman SE MM mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya korban tengelam di sungai komering, dirinya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat dengan membawa perlengkapan seperti perahu karet. Selain tim dari BPBD OKU Timur, pencarian juga kata dia, dibantu oleh tim dari basarnas dari Sumsel serta masyarakat sekitar.

 “Mudah-mudahan jasad korban segera bisa ditemukan. Kita juga menghimbau kepada masuyarakat yang ikut melakukan pencarian untuk waspada dan berhati-hati mengingat mengingat saat ini arus sungai komering cukup deras,” katanya.