Waspada… Ini Dia Penyakit Yang Mengintai Saat Musim Hujan

Ilustrasi Demam Berdarah

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Intensitas hujan yang mulai turun dengan rutin selama beberapa minggu terakhir tentu saja menyebabkan banyak terdapat genangan-genangan air yang menjadi lokasi bertelur dan berkembangbiaknya jentik nyamuk demam berdarah yang sangat membayakan masyarakat.

Selain demam berdarah, kondisi cuaca saat ini juga dapat menyebabkan penyakit demam, batuk dan filek yang bisa menurunkan stamina dan ketahanan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten OKU Timur Dr hj Erly Yani M.Kes dikonfirmasi Kamis (5/10/2017) mengatakan, musim penghujan yang sudah mulai intens masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat musim penghujan mulai turun yang cukup rawan mengalami serangan penyakit demam berdarah, batu, dan pilek serta penyakit lainnya.

“Yang sangat mengkhawatirkan pada musim penghujan adalah penyakit DBD. Masyarakat selalu dihimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Tempat penampungan air harus bersih, karena nyamuk aedes aegefty bersarang di tempat genangan air,” katanya.

Menurut Erly, pihaknya selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing sehingga jentik nyamuk demam berdarah tidak bisa berkembang biak dan dapat menimbulkan penyakit yang sangat membahayakan.

“Untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegefty pihaknya akan membagikan bubuk abate. Sedangkan untuk pogging ada aturannya jika memang diperlukan akan dilakukan. Pogging itu untuk membunuh nyamuk dewasa sedangkan abate untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahaya Demam Berdarah

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Dikarenakan kebanyakan masyarakat sudah terlanjur salah kaprah, maka tulisan ini tetap diberi judul “Demam Berdarah” namun tanpa mengurangi nilai edukasinya.

Penyebab Demam Dengue

Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk,  misalnya di kota-kota besar  beriklim lembap dan hangat.

Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh negara-negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Diperkirakan ada seratus juta kasus demam dengue yang terjadi pada tiap tahunnya di dunia, bahkan ribuan orang di antaranya terjangkit dalam waktu singkat akibat wabah penyakit ini.

Penyakit Demam Dengue di Indonesia

Menurut data yang dihimpun oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi 112.511 kasus demam dengue di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 871 penderita yang meninggal dunia.

Pada tahun 2014, kasus demam dengue di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan Desember 2014, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang di antaranya meninggal dunia.

Data di atas menempatkan Indonesia sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demam dengue. Sedangkan di dunia, Indonesia adalah nomor 2 setelah Brazil.

Diagnosis dan pengobatan demam dengue

Jika Anda mengalami gejala seperti flu (misalnya sakit kepala dan demam tinggi) selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Terlebih lagi jika gejala tersebut dirasakan setelah berkunjung ke daerah yang sedang dilanda wabah demam dengue.

Para dokter yang sudah terbiasa menangani demam dengue biasanya dapat langsung mengenali penyakit ini hanya dari gejala-gejala yang Anda rasakan. Apabila dokter yang memeriksa Anda belum yakin bahwa Anda terkena demam dengue, maka pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat keberadaan virus di dalam aliran darah. Selain untuk memperkuat diagnosis, pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui dampak infeksi terhadap darah.

Demam dengue bisa ditangani dengan meminum banyak cairan, beristirahat, serta mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen. Jika langkah pengobatan ini diterapkan, biasanya gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 2-5 hari.

Tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri jenis ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium jika Anda menderita demam dengue karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan internal.

Pencegahan demam dengue

Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah yang bisa Anda terapkan, di antaranya:

Mensterilkan bagian dalam rumah Anda dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk

Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.

Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.

Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.

Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.

Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.

Mengenakan pakaian yang longgar yang bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.

Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan

Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Komplikasi demam dengue

Meski hanya terjadi pada segelintir kasus, demam dengue bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, yaitu dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome yang dapat menyebabkan kematian akibat pendarahan hebat.

Kedua komplikasi tersebut berisiko tinggi dialami oleh orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi dengue yang dia derita, atau oleh orang yang sebelumnya pernah terkena demam dengue lalu terkena kondisi ini kembali.

Segera bawa ke rumah sakit apabila di sekitar Anda ada penderita demam dengue yang gejalanya mengarah pada demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome.