Akhirnya Jasad Hamid Ditemukan 15 Kilometer Dari Lokasi Kejadian di Aliran Sungai Komering

Foto: Facebook//Teks Foto: Jasad Korban yang berhasil dievakuasi setelah enam hari pencarian dilakukan oleh tim basarnas Provinsi dan BPBD OKU Timur serta masyarakat sekitaR.

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Setelah melakukan proses pencarian yang cukup panjang selama enam haari, akhirnya tubuh Hamid menteri Mudin (65)  ditemukan Senin (9/10/2017) siang hari sekitar 15 kilometer dari lokasi kejadian oleh penambang pasir terpatnya di Surya Indah Desa Muncakakbau, kecamatan BP Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur.

Tubuh korban ditemukan dalam kondis tidak bernyawa oleh penambang pasir siang dan dijemput oleh Tim Basarnas Provinsi Sumsel serta BPBD OKU Timur sekitar pukul 15.30 WIB. untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

Berdasarkan informasi dilapangan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh penambang pasir dengan kondisi mengapung tersangkut di pinggiran Aliran Sungai Komering yang sedang pasang. Beruntung jasad korban tidak terbawa arus hingga ke hilir sungai hingga menyulitkan proses pencarian yang sudah berlangsung hingga enam hari.

Menurut warga sekitar yang sempat ikut melakukan pencarian, jasad korban sebelumnya diduga tersangkut di rerumputan dan kayu hingga akhirnya kembali hanyut ketika air sungai komering mengalami pasang cukup besar.

“Tadi airnya pasang besar sekal. Bahkan airnya sampai ke bibir sungai. Lokasi ditemukan cukup jauh dari lokasi kejadian. Mungkin sebelumnya tersangkut dan saat air pasang kembali hanyut hingga akhirnya ditemukan,” ungkap warga ketika dikonfirmasi.

Proses pencarian tubuh Hamid dilakukan sejak Rabu (4/10/2017) oleh masyarakat sekitar dan tim BPBD OKU Timur, namun karena jasad korban belum ditemukan tim Basarnas Provinsi yang dipimpin oleh Ericson tiba di lokasi pada Kamis sekitar pukul 05.00. WIB dan langsung mempersiapan sejumlah peralatan untuk melakukan pencarian tubuh korban dengan menyisir Aliran Sungai Komering radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Upaya pencarian tubuh korban dengan menggunakan peralatan basarnas dan dibantu dengan perahu tradisional masyaralat tidak membuahkan hasil hingga hari keenam jasad korban ditemukan oleh penambang pasir sekitar 15 Kilometer dari lokasi kejadian.

Hamid diketahui terbawa arus Sungai Komering ketika berusaha menyeberang sungai Komering menggunakan perahu bersama dua anaknya di Desa Sukaraja pada Rabu (4/10/2017) sekitar pukul 15.00. WIB. kedua anak Hamid berhasil selamat dari derasnya Aliran Sungai Komering, sedangkan korban terbawa arus Sungai.

Perahu Hamid dan Dua Anakanya Terbalik di Tengah Sungai Komering