Ratusan Tahun Kesulitan dan Terisolir… Ini Solusi Bupati OKU Timur yang Jenius

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meresmikan pembanguna jembatan menggunakan dana desa dari tiga desa.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Sebanyak tiga Desa di Kecamatan Cempaka masing-masing Desa Campangtiga Ilir, Desa Negerisakti, Desa Kuripan menggabungkan dana desa untuk membangun jembatan melintasi ruas Arus Sungai Komering yang selama ini terisolir karena sulitnya akses transportasi.

Pembangunan jembatan pertama sepanjang sejarah berdirinya Desa Campangtiga tersebut diresmikan oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD dengan dengan peletakan batu pertama pembangunannya Selasa  (17/10/2017).

Jembatan yang menghubungkan beberapa desa dengan aliran Sungai Komering sepanjang 190 Meter dan Lebar 1.75 meter tersebut nantinya akan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ringan yang bisa membawa hasil bumi warga seberang yang selama ini harus menyeberang menggunakan perahu atau memutar ratusan kilometer melalui Kabupaten OKU.

Pembangunan Jembatan dengan menggunakan dana desa dari tiga desa tersebut merupakan yang pertamakalinya disumsel. Mengingat selama ini dana desa dari APBN hanya digunakan untuk membangun infrastruktur masing-masing desa.

“Jembatan yang melintasi aliran sungai Komering ini akan menjadi yang pertamakalinya dan akan sangat bermanfaat untuk masyarakat karena selama ini masyarakat kesulitan untuk membawa hasil bumi karena harus menyeberangi sungai menggunakan perahu,” kata Kholid usai meletakkan batu pertama.

Menurut Kholid, selama ini masyarakat setiap harinya mempertaruhkan nyawa setiap kali menyeberangi sungai membawa hasil bumi maupun untuk menuju ke pasar maupun keluar kota. Dengan dibangunnya jembatan penghubung tiga desa tersebut lanjutnya, maka masyarakat akan lebih nyaman dan tenang saat menyeberangi sungai komering.

“Coba kita bayangkan bagaimana masyarakat mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang cukup deras untuk menyeberangi sungai. Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat dan bisa membantu masyarakat banyak,” kata Kholid.

Dikatakan Kholid, pembangunan jembatan yang nantinya bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ringan tersebut menggunakan dana sokongan dari tiga desa dengan total anggaran sekitar Rp. 1 Miliar untuk tahap pertama dan dilanjutkan pada tahun 2018 mendatang.

Kholid berharap, keberadaan jembatan yang menghubungkan antara desa yang ada di seberang jalur komering dengan tersebut bisa menjadi desa yang maju dan makmur mengingat transportasi yang mudah dan akses jalan yang bisa dilalui kapan saja.

“Ini merupakan salah satu terobosan dan bisa dicontoh oleh desa lain. Antara desa-desa bisa saling bekerjasama untuk membangun perbatasan agar memudahkan warganya dalam transportasi dan lainnnya. Untuk apa desa bagus jika penghubung masing-masing desa tidak bagus,” katanya.